PT Astra International Tbk (ASII) baru saja mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyetujui sejumlah agenda penting, termasuk perubahan susunan direksi dan komisaris serta pembagian dividen final dari tahun buku 2025. Kabar ini tentu menjadi perhatian para investor dan pelaku pasar modal.
Salah satu keputusan utama dalam RUPST tersebut adalah penunjukan Rudy sebagai Presiden Direktur ASII. Selain itu, perseroan juga mengangkat Siswadi dan Djap Tet Fa sebagai direktur, memperkuat jajaran manajemen perusahaan.
Berikut adalah susunan lengkap direksi ASII setelah RUPST:
Presiden Direktur: Rudy
Direktur: Gidion Hasan
Direktur: Santosa
Direktur: Gita Tiffani Boer
Direktur: FXL Kesuma
Direktur: Thomas Junaidi Alim W.
Direktur: Hsu Hai Yeh
Direktur: Siswadi
Direktur: Djap Tet Fa
Selain perubahan di jajaran direksi, RUPST juga menyetujui pengangkatan Muhammad Chatib Basri dan Pariya Tangtongpairoth sebagai komisaris independen. Penambahan dua nama besar ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dan memperkuat pengawasan internal perusahaan.
Adapun susunan lengkap dewan komisaris ASII adalah sebagai berikut:
Presiden Komisaris: Prijono Sugiarto
Komisaris Independen: Sri Indrastuti Hadiputranto
Komisaris Independen: Muliaman Darmansyah Hadad
Komisaris Independen: Muhamad Chatib Basri
Komisaris Independen: Pariya Tangtongpairoth
Komisaris: Anthony John Liddell Nightingale
Komisaris: Benjamin William Keswick
Komisaris: Stephen Patrick Gore
Komisaris: Lincoln Lin Feng Pan
Komisaris: Lee Liang Whye
Tak hanya itu, para pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 yang mencapai Rp 32,76 triliun. Sebagian dari laba tersebut akan dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp 390 per saham, atau total maksimal Rp 15,66 triliun.
Jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 98 per saham atau Rp 3,96 triliun yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2025. Dengan demikian, sisa dividen yang akan dibayarkan adalah sebesar Rp 292 per saham.
Pembayaran dividen sisa ini dijadwalkan pada 25 Mei 2026, dengan tanggal pencatatan (recording date) pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Sisa laba bersih sebesar Rp 17,09 triliun akan dibukukan sebagai laba ditahan perusahaan. Namun, perlu dicatat bahwa jumlah total yang sebenarnya akan bergantung pada total dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham. Keputusan-keputusan strategis ini diharapkan dapat membawa ASII menuju pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.