Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali harus mengakui kekuatan tekanan pasar pada perdagangan Rabu (22 April 2026). Pelemahan ini menjadi pengingat bagi investor untuk tetap waspada dalam berinvestasi.
IHSG tercatat turun tipis 0,24% ke level 7.541,61. Kombinasi sentimen global dan domestik yang kurang menggembirakan menjadi penyebab utama pergerakan negatif ini.
Nafan Aji Gusta, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, menyoroti bahwa faktor eksternal, terutama ketegangan geopolitik yang berkelanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, menjadi pemicu utama pelemahan IHSG. Eskalasi ini menciptakan ketidakpastian di pasar global.
IHSG Berpeluang Rebound Terbatas, Cermati Saham Pilihan Analis untuk Rabu (22/4)
“Ketegangan terus membayangi, bahkan setelah perpanjangan gencatan senjata, karena adanya indikasi kegagalan dalam perundingan damai,” jelas Nafan kepada KONTAN, Rabu (22/4/2026). Situasi ini membuat investor cenderung berhati-hati.
Selain itu, pasar dalam negeri juga merespons negatif keputusan MSCI yang menunda tinjauan terhadap indeks pasar modal Indonesia. Penundaan ini menambah sentimen negatif bagi investor.
Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% juga menjadi perhatian pelaku pasar. Kebijakan ini mencerminkan prioritas BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah tekanan ekonomi global.
Tekanan Terhadap IHSG Diproyeksi Masihi Berlanjut, Cek Saham Rekomendasi Analis
Saat ini, pelaku pasar tengah menantikan rilis laporan keuangan kuartal I-2026 dari emiten-emiten besar, terutama di sektor perbankan dan energi. Nafan berpendapat bahwa laporan keuangan ini berpotensi menjadi katalis yang dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG di masa depan.
Untuk perdagangan Kamis (23/4), Nafan memprediksi IHSG akan bergerak terbatas dengan kecenderungan konsolidasi. Ia memperkirakan level support berada di 7.447 dan 7.346, sementara resistance di 7.591 dan 7.677. Investor disarankan untuk memperhatikan level-level ini dalam mengambil keputusan.
Dalam kondisi pasar yang seperti ini, Nafan merekomendasikan investor untuk fokus pada sektor-sektor defensif seperti energi, bahan baku, keuangan, dan non-siklikal. Sektor-sektor ini cenderung lebih stabil dalam menghadapi gejolak pasar.
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG akan tetap volatil. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta rencana pembaruan kriteria indeks LQ45 dan IDX30 turut memengaruhi sentimen pasar.
Menanti Putusan BI, IHSG Masih Rawan Tekanan Cek Saham Rekomendasi Analis
“Investor juga terus memantau perkembangan gencatan senjata antara AS dan Iran, yang dapat berdampak signifikan terhadap pasar global,” tambah Herditya. Perkembangan geopolitik ini akan terus menjadi perhatian utama.
Herditya memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 7.525 dan resistance 7.570. Investor disarankan untuk memperhatikan rentang ini dalam strategi trading mereka.
Lebih lanjut, Herditya merekomendasikan beberapa saham yang layak untuk dicermati, yaitu ACES di rentang Rp406–Rp420, BBYB di kisaran Rp360–Rp374, serta BMRI pada area Rp4.830–Rp4.940. Rekomendasi ini dapat menjadi referensi bagi investor dalam memilih saham.
Ringkasan
IHSG mengalami penurunan tipis sebesar 0,24% ke level 7.541,61, dipicu oleh sentimen global dan domestik yang kurang menggembirakan. Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran serta penundaan tinjauan MSCI terhadap indeks pasar modal Indonesia turut membebani pergerakan indeks. Pelaku pasar juga menantikan rilis laporan keuangan kuartal I-2026 dari emiten-emiten besar, terutama di sektor perbankan dan energi.
Untuk perdagangan Kamis (23/4), analis memprediksi IHSG akan bergerak terbatas dengan kecenderungan konsolidasi. Investor disarankan untuk fokus pada sektor-sektor defensif seperti energi, bahan baku, keuangan, dan non-siklikal. Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati adalah ACES, BBYB, dan BMRI dengan rentang harga tertentu.