Shoesmart.co.id – TOKYO. Pasar saham Jepang mencetak rekor yang mencengangkan pada hari Kamis (23 April 2026) ketika indeks acuan Nikkei untuk pertama kalinya berhasil melewati level psikologis 60.000. Pencapaian bersejarah ini menandai babak baru dalam perjalanan pasar modal Jepang.
Reli yang spektakuler ini dipicu oleh gelombang optimisme terhadap saham-saham teknologi raksasa, khususnya di sektor semikonduktor. Selain itu, sentimen pasar global yang membaik setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait situasi konflik dengan Iran turut menyumbang dorongan signifikan.
Namun, euforia pasar tidak berlangsung hingga akhir perdagangan sesi tengah hari. Pada pukul 12.10 Waktu setempat, Nikkei mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,34 persen, berada di level 59.790. Meskipun demikian, pencapaian ini tetap menjadi sorotan utama.
Sebaliknya, indeks Topix yang lebih luas justru mengalami koreksi sebesar 0,7% ke posisi 3.718,59. Perbedaan ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang lebih luas di luar sektor-sektor unggulan yang mendominasi kenaikan Nikkei.
Sektor teknologi menjadi mesin utama pendorong reli hari itu. Saham SoftBank Group melesat tinggi hingga 8,9%, menjadikannya salah satu pendorong utama kenaikan indeks Nikkei. Kinerja impresif ini menyoroti peran penting perusahaan teknologi dalam lanskap pasar saat ini.
Emiten semikonduktor juga menunjukkan kinerja yang solid, dengan Advantest naik 2,65% dan Tokyo Electron menguat 0,81%. Produsen kabel serat optik, Fujikura, turut mencatatkan kenaikan sebesar 1 persen, mengikuti tren positif di antara saham-saham berbasis teknologi.
Sentimen pasar juga didorong oleh perkembangan geopolitik. Pernyataan Trump mengenai perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, setelah mediasi dari Pakistan, memberikan sedikit kelegaan bagi investor.
Meskipun demikian, ketegangan di kawasan tetap membayangi pasar. Blokade Angkatan Laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran masih diberlakukan, sementara Iran dilaporkan menyita dua kapal di Selat Hormuz, menambah kompleksitas situasi geopolitik.
Analis melihat bahwa pergerakan saham hari itu mencerminkan dominasi tekanan jual di luar sektor teknologi. Dari seluruh komponen indeks Nikkei, hanya 42 saham yang menguat, sementara 158 saham mengalami penurunan, dan lima saham stagnan.
Secara keseluruhan, pasar Jepang saat ini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, terdapat euforia di sektor teknologi yang terus berkembang. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global terus membayangi. Investor tampaknya mengambil sikap selektif di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
Ringkasan
Indeks Nikkei Jepang mencetak rekor dengan menembus level 60.000, didorong oleh optimisme terhadap saham teknologi, terutama sektor semikonduktor, dan sentimen pasar global yang membaik setelah pernyataan Presiden Trump terkait konflik dengan Iran. Saham SoftBank Group menjadi pendorong utama kenaikan, sementara emiten semikonduktor seperti Advantest dan Tokyo Electron juga menunjukkan kinerja solid.
Namun, euforia pasar tidak bertahan lama, dengan Nikkei hanya mencatatkan kenaikan tipis pada sesi tengah hari. Indeks Topix justru mengalami koreksi, mengindikasikan tekanan jual di luar sektor teknologi. Ketegangan geopolitik dan blokade oleh Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran juga masih membayangi pasar.