Dolar AS Perkasa: Tensi Geopolitik Tak Goyahkan Indeks

Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks dolar AS menunjukkan ketahanan di kisaran 98,5 pada hari Kamis (23/4), mencapai level tertinggi dalam lebih dari seminggu. Kondisi ini dipicu oleh belum adanya titik terang dalam upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset yang aman (safe haven).

Situasi di Selat Hormuz juga turut berkontribusi pada penguatan dolar. Teheran masih memegang kendali efektif atas jalur perairan strategis tersebut, dengan tindakan penyitaan terhadap dua kapal. Di sisi lain, blokade yang diterapkan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran terus berlanjut, memicu kenaikan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi global.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata yang berlaku saat ini akan dipertahankan tanpa batas waktu. Pemerintahannya sedang menunggu proposal perdamaian baru dari pihak Iran. Ketidakpastian ini semakin memperkuat daya tarik dolar AS di mata investor.

Kekhawatiran berkelanjutan mengenai inflasi telah memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuan stabil sepanjang tahun ini. Selain itu, calon direktur The Fed, Kevin Warsh, telah berkomitmen untuk menjaga independensi bank sentral dari tekanan Gedung Putih, yang semakin menenangkan investor.

Saat ini, perhatian investor beralih kepada data klaim pengangguran mingguan dan Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang akan dirilis. Data-data ini akan memberikan sinyal lebih lanjut mengenai prospek ekonomi AS, yang pada gilirannya dapat memengaruhi pergerakan indeks dolar AS.

Ringkasan

Indeks dolar AS menguat hingga level tertinggi dalam lebih dari seminggu, mencapai kisaran 98,5, didorong oleh ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran serta situasi di Selat Hormuz. Aksi penyitaan kapal oleh Iran dan blokade pelabuhan oleh AS meningkatkan risiko inflasi global, yang semakin memperkuat daya tarik dolar sebagai aset safe haven.

Investor saat ini fokus pada data klaim pengangguran mingguan dan Indeks Manajer Pembelian (PMI) untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek ekonomi AS. Ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil sepanjang tahun, serta komitmen calon direktur The Fed untuk menjaga independensi, turut menenangkan investor dan menopang penguatan dolar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *