Shoesmart.co.id Jakarta. Bagi para investor yang mengincar dividen jumbo, hari ini, Kamis 23 April 2026 adalah kesempatan terakhir untuk mendapatkan bagian dari keuntungan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), yang menawarkan imbal hasil setara empat hingga enam kali bunga deposito rupiah. Lalu, apakah saham LPPF masih layak untuk dikoleksi?
Tanggal 23 April 2026 menjadi tanggal *cum dividen* saham LPPF, sebuah momen penting yang ditunggu-tunggu karena *dividend yield* yang ditawarkan sangat menggiurkan, menembus angka 12%.
Sebagai informasi, *cum dividen date* adalah batas waktu bagi investor untuk membeli saham agar berhak menerima dividen. Investor harus memastikan kepemilikan saham tercatat hingga *recording date* agar resmi terdaftar sebagai penerima dividen.
Manajemen LPPF telah menetapkan total dividen tunai sebesar Rp 556,81 miliar untuk tahun buku 2025. Keputusan strategis ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 15 April 2026.
Aturan Baru Mei 2026, Saham Milik Konglomerat Terancam Keluar dari LQ45 & IDX80
Dividen LPPF 6x Bunga Deposito
Dengan adanya pembagian dividen ini, setiap pemegang saham akan menerima Rp 250 per lembar saham. Jika dibandingkan dengan harga saham saat ini, angka ini menghasilkan imbal hasil yang cukup tinggi di pasar modal.
Sederhananya, investor yang memiliki 1 lot saham (100 lembar) akan mendapatkan dividen sebesar Rp 25.000.
Pada penutupan perdagangan hari Rabu (22/4/2026), harga saham LPPF berada di level Rp 1.970 per saham. Dengan demikian, *dividend yield* LPPF mencapai sekitar 12,66%, angka yang sangat menarik bagi para investor.
Daya tarik utama dari *yield* dividen saham LPPF adalah setara dengan 4 hingga 6 kali lipat bunga deposito rupiah di bank umum, yang saat ini berada di kisaran 2%–3%. Hal ini menjadikan saham LPPF sebagai opsi menarik bagi investor yang mengincar pendapatan pasif.
Tonton: Dana Asing Kabur, Pasar RI Diguncang di Awal Tahun
Jadwal Lengkap Dividen LPPF 2026
Berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen LPPF yang perlu dicatat:
* Cum Dividen Reguler & Negosiasi: 23 April 2026
* Ex Dividen Reguler & Negosiasi: 24 April 2026
* Cum Dividen Pasar Tunai: 27 April 2026
* Ex Dividen Pasar Tunai: 28 April 2026
* Recording Date: 27 April 2026
* Pembayaran Dividen: 4 Mei 2026
Kinerja 2025 Jadi Dasar Dividen
Keputusan pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun 2025, yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp 725,37 miliar, saldo laba ditahan sebesar Rp 3,84 triliun, dan total ekuitas sebesar Rp 272,90 miliar.
Meskipun demikian, kinerja perusahaan masih menghadapi beberapa tantangan. Sepanjang tahun 2025, pendapatan LPPF mengalami penurunan sebesar 9,6% secara tahunan menjadi Rp 5,78 triliun, sementara laba bersih juga turun 12,4% menjadi Rp 725,4 miliar. Hal ini mencerminkan dinamika di sektor ritel fesyen yang dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumen.
Tonton: Purbaya Butuh Pertumbuhan 7%-8%
Transformasi Jadi MDS Retailing
Sebagai bagian dari strategi transformasi bisnis menjadi jaringan ritel multi konsep, LPPF secara resmi mengubah namanya menjadi PT MDS Retailing Tbk.
Menurut CEO MDS Retailing, Monish Mansukhani, perubahan nama ini menandai babak baru bagi perusahaan.
“Perubahan nama ini mencerminkan transformasi perusahaan menjadi jaringan ritel multi konsep, seiring dengan upaya kami untuk tumbuh melampaui model bisnis berformat tunggal dan menjadi perusahaan yang mengelola berbagai merek dan konsep pengalaman belanja yang lebih relevan,” jelas Monish.
Ia juga menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk berinovasi, beradaptasi dengan kebutuhan konsumen, dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Saat ini, MDS Retailing tengah mengembangkan berbagai konsep ritel seperti Matahari Department Store, SUKO, ZES, dan MU+KU, serta memperkuat portofolio merek eksklusif seperti Nevada, COLE, Connexion, dan Little M.
Tonton: Perjuangan Abdi Dalem Puro Pakualaman Yogyakarta Naik Haji
Prospek Saham LPPF 2026
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai transformasi ini sebagai langkah strategis di tengah persaingan ritel yang semakin ketat.
“Transformasi ini mencerminkan upaya perusahaan untuk tidak lagi bergantung pada format department store konvensional, melainkan bergerak menuju model bisnis multi konsep yang lebih fleksibel,” kata Elandry.
Menurutnya, langkah ini juga relevan dengan perubahan perilaku konsumen yang kini lebih mengarah pada pengalaman belanja yang variatif serta integrasi kanal online dan offline.
Meski demikian, Elandry menekankan bahwa keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada eksekusi, terutama dalam hal kurasi produk, efisiensi operasional, dan kemampuan menarik segmen pasar baru.
Ia memperkirakan bahwa hingga akhir tahun 2026, LPPF masih akan berada dalam fase transisi dengan potensi perbaikan yang berlangsung secara bertahap.
“Perbaikan kinerja diperkirakan belum akan terlalu agresif dalam jangka pendek, dengan potensi yang lebih terlihat pada periode berikutnya apabila transformasi berjalan efektif,” ujarnya.
Dari sisi rekomendasi, Elandry memberikan pandangan netral (*hold*) terhadap saham LPPF, dengan target harga di kisaran Rp 2.000 hingga Rp 2.400 sepanjang tahun 2026.
Tonton: Pajak Mobil Listrik Berubah! Kini Tak Lagi Bebas?
Kesimpulan
Dengan *yield* dividen yang mencapai 12,66%, saham LPPF menjadi salah satu pilihan menarik bagi investor yang berorientasi pada pendapatan (income investor). Meskipun demikian, investor tetap perlu mempertimbangkan risiko terkait transformasi bisnis dan dinamika industri ritel sebelum membuat keputusan investasi.
Ringkasan
Pada tanggal 23 April 2026, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menetapkan *cum dividen* dengan *dividend yield* sebesar 12,66%, setara dengan 4 hingga 6 kali bunga deposito rupiah. Setiap pemegang saham akan menerima Rp 250 per lembar saham, menjadikan saham LPPF menarik bagi investor yang mencari pendapatan pasif.
LPPF, yang kini bertransformasi menjadi PT MDS Retailing Tbk, berupaya menjadi jaringan ritel multi konsep. Meskipun menjanjikan, keberhasilan transformasi ini bergantung pada eksekusi yang baik. Analis merekomendasikan *hold* untuk saham LPPF dengan target harga Rp 2.000 hingga Rp 2.400 sepanjang tahun 2026.