IHSG Terjun Bebas! BREN, DSSA, BRPT Jadi Biang Kerok?

Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan ditutup di zona merah pada perdagangan sesi pertama siang ini, setelah sempat dibuka menguat.

Mengutip data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG merosot tajam sebesar 1,27% ke level 7.445,96 pada sesi I perdagangan, Kamis (23 April 2026). Tekanan jual melanda sebagian besar sektor saham.

Dari 11 sektor yang tercatat di BEI, sebanyak 10 sektor mengalami penurunan. Penurunan terdalam dipimpin oleh sektor perindustrian yang terkoreksi 2,42%. Selanjutnya, sektor barang baku turun 1,96%, diikuti oleh sektor barang konsumsi non primer sebesar 1,77%, sektor teknologi 1,50%, infrastruktur 1,15%, energi 1,11%, dan sektor kesehatan 0,64%.

IHSG Turun 0,59% ke 7.549 Sesi I, Top Losers LQ45: DSSA, BREN & BBRI, Selasa (21/4)

Secara keseluruhan, volume perdagangan saham di BEI mencapai 32,42 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,69 triliun. Sentimen negatif tampak mendominasi pasar dengan 445 saham mengalami penurunan, menekan laju IHSG. Sementara itu, 227 saham berhasil menguat dan 145 saham stagnan.

Saham-saham yang menjadi top losers atau pencetak penurunan terbesar di indeks LQ45 adalah:

1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok 8,52% ke Rp 4.940 per saham.
2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 4,38% ke Rp 2.400 per saham.
3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 3,98% ke Rp 2.170 per saham.

BREN Chart by TradingView

IHSG Turun 0,16% ke 7.621 Sesi I, Top Losers LQ45: BRPT, SCMA & AMRT, Senin (20/4)

Di sisi lain, beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan signifikan dan menjadi top gainers di indeks LQ45, di antaranya:

1. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melonjak 3,85% ke Rp 2.700 per saham.
2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 3,53% ke Rp 1.465 per saham.
3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 2,65% ke Rp 1.745 per saham.

Ringkasan

Pada perdagangan sesi pertama, Kamis (23 April 2026), IHSG mengalami penurunan tajam sebesar 1,27% ke level 7.445,96 setelah sempat dibuka menguat. Penurunan ini didorong oleh tekanan jual di sebagian besar sektor, dengan sektor perindustrian mencatat penurunan terdalam sebesar 2,42%. Volume perdagangan mencapai 32,42 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,69 triliun, di mana lebih banyak saham mengalami penurunan daripada kenaikan.

Saham-saham seperti BREN, DSSA, dan BRPT menjadi *top losers* di indeks LQ45, dengan BREN mengalami penurunan terbesar yaitu 8,52%. Sebaliknya, saham-saham seperti JPFA, BBTN, dan MEDC berhasil mencatatkan kenaikan signifikan. Secara keseluruhan, sentimen negatif mendominasi pasar pada sesi perdagangan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *