IHSG Dibuka Menguat ke 7.668, Saham BREN, DSSA & TLKM Tancap Gas

Shoesmart.co.id, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari ini, Selasa (12/8/2025), dengan performa cemerlang. Lonjakan signifikan pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BREN, DSSA, TLKM, dan BBRI menjadi motor penggerak utama penguatan pasar.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melonjak 0,83% atau setara 62,77 poin, mencapai level 7.668,69 pada pukul 09.02 WIB. Sepanjang sesi pagi ini, indeks bergerak stabil di antara level terendah 7.646,91 dan level tertingginya di 7.672,78.

Kondisi pasar menunjukkan sentimen positif yang kuat, dengan 272 saham menguat, sementara 119 saham melemah, dan 210 saham lainnya stagnan. Total kapitalisasi pasar tercatat mencapai angka fantastis Rp13.878 triliun.

Beberapa saham berkapitalisasi pasar jumbo turut memimpin penguatan. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) memimpin dengan kenaikan impresif 5,71% menuju harga Rp9.250. Disusul oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang menguat 3,77% ke level Rp87.375.

Tak ketinggalan, saham emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 1,34% menjadi Rp3.030, dan saham bank BUMN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tumbuh 1,05% mencapai Rp3.850. Kendati demikian, tidak semua saham berkapitalisasi besar menikmati penguatan; saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (BYAN) terpantau turun 2,71% ke Rp8.075 dan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) melemah tipis 0,30% menuju Rp16.400 per saham.

Dalam daftar top gainers hari ini, saham PT PP Presisi Tbk. (PPRE) mencatatkan kenaikan paling signifikan sebesar 31,65% menjadi Rp104. Diikuti oleh saham PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) yang melonjak 25% ke level Rp825.

Sementara itu, di jajaran top losers, PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA) mengalami penurunan terdalam sebesar 10,59% menjadi Rp760. Tak jauh berbeda, saham PT Mitra Tirta Buwana Tbk. (SOUL) juga tertekan, turun 8,82%.

Menanggapi pergerakan pasar, Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, mengungkapkan analisis teknikalnya. Menurut Reza, candle IHSG berbentuk white spinning top yang masih berada di atas indikator MA5 dan MA20, serta indikator Stochastic menunjukkan golden cross. “Kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami penguatan. Saham pilihan hari ini meliputi BBRI, RAJA, GGRM, dan BTPS,” jelasnya dalam riset harian.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, juga menyoroti sejumlah sentimen yang turut memengaruhi kinerja IHSG. Dari ranah domestik, apresiasi IHSG di awal pekan didukung kuat oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks) dan BREN. Secara akumulatif, penguatan IHSG sejak awal tahun (year-to-date/YtD) telah mencapai 7,43% hingga Senin (11/8/2025).

Ratih menambahkan, investor asing menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pasar ekuitas domestik dengan mencatatkan inflow sebesar Rp850 miliar, dengan mayoritas akumulasi terjadi pada saham-saham perbankan besar. Di samping itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap bahwa jumlah pipeline IPO saat ini mencapai 7 perusahaan. Sebanyak 4 entitas memiliki aset menengah (Rp50 miliar-Rp250 miliar), sedangkan 3 perusahaan lainnya memiliki aset besar (di atas Rp250 miliar). Sejak awal tahun, total IPO di bursa mencapai 22 perusahaan dengan dana terkumpul Rp10,3 triliun, angka yang masih jauh di bawah rekor 79 emiten pada tahun 2023.

Dari perspektif global, Ratih menjelaskan bahwa Bursa Wall Street kompak terkoreksi akibat aksi profit taking. Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi CPI hari ini, mengingat potensi kenaikan tarif impor AS yang dapat berdampak pada lonjakan inflasi.

Melengkapi analisis, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengemukakan bahwa IHSG kemarin ditutup menguat 0,96%, disertai dengan catatan net buy asing sekitar Rp834 miliar. Saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing termasuk BBCA, BBRI, FILM, DSSA, dan BREN. “IHSG berpotensi sideways hari ini dengan support di level 7.500–7.550 dan resistance di 7.680–7.720,” ujarnya dalam riset.

BNI Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati saham CUAN, CDIA, GOTO, BFIN, PANI, dan ANTM sebagai ide trading yang menarik hari ini. Secara spesifik, saham CUAN dan CDIA mendapatkan rekomendasi speculative buy, dengan target harga CUAN di kisaran Rp1.560–Rp1.600 dan CDIA di Rp1.560–Rp1.600.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *