Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman pemutusan hubungan dagang dengan Spanyol. Langkah ini merupakan respons atas penolakan Spanyol yang tidak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Ancaman serius ini bahkan telah disampaikan Trump kepada Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dengan instruksi untuk menghentikan seluruh aktivitas perdagangan dengan Spanyol.
“Kami akan mengakhiri semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak menginginkan hubungan apa pun dengan Spanyol,” tegas Trump saat pertemuan dengan Kanselir Jerman, Fiederich Merz, di Gedung Putih, Washington D.C., pada Selasa (4/3), seperti dilansir dari The Guardian. Pernyataan keras ini mengindikasikan ketegangan yang meningkat antara kedua negara.
Tak hanya Spanyol, kekecewaan juga dirasakan Trump terhadap Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Ketidakpuasan ini muncul setelah Starmer memutuskan untuk tidak bergabung dengan AS dan Israel dalam rencana serangan terhadap Iran. “Saya tidak senang dengan Inggris,” ungkap Trump, memperlihatkan potensi keretakan hubungan diplomatik dengan sekutu tradisionalnya.
Dalam kesempatan yang sama, Trump menepis klaim Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menyebut Israel memicu keterlibatan AS dalam potensi serangan terhadap Iran. Trump bersikeras bahwa Iran akan menyerang lebih dulu.
“Saya pikir mereka akan menyerang lebih dulu, dan saya tidak ingin itu terjadi,” kata Trump, sembari menambahkan bahwa dirinya telah meminta Israel untuk menyerang Iran. Pernyataan ini memperjelas posisi agresif Trump terhadap Iran dan upayanya untuk melibatkan sekutu-sekutunya.
Sebelumnya, penolakan Spanyol untuk memberikan izin penggunaan pangkalan militer di Rota dan Morón untuk menyerang Iran didasari oleh prinsip dan komitmen terhadap hukum internasional. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, secara terbuka mengecam tindakan militer sepihak yang dilakukan AS dan Israel.
Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, menegaskan bahwa meskipun Spanyol mendukung kebebasan di Iran, mereka tidak akan mengizinkan pangkalan militer mereka digunakan untuk operasi militer yang tidak sesuai dengan hukum internasional.
“Pangkalan-pangkalan tersebut tidak akan digunakan untuk apa pun yang tidak tercakup dalam piagam PBB,” tegas Albares pada Senin (2/3), menekankan pentingnya menghormati kerangka hukum internasional dalam setiap tindakan militer.
Ringkasan
Presiden AS, Donald Trump, mengancam menghentikan hubungan dagang dengan Spanyol karena penolakan Spanyol mengizinkan pangkalan militernya digunakan untuk menyerang Iran. Instruksi untuk mengakhiri seluruh aktivitas perdagangan telah disampaikan kepada Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menunjukkan kekecewaan yang mendalam.
Selain Spanyol, Trump juga menyatakan ketidakpuasannya terhadap Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, karena tidak bergabung dalam rencana serangan terhadap Iran. Penolakan Spanyol sendiri didasari prinsip dan komitmen pada hukum internasional, dengan penegasan bahwa pangkalan militer tidak akan digunakan untuk operasi militer di luar piagam PBB.