
Shoesmart.co.id, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, akan segera memberlakukan kebijakan baru yang berpotensi sangat menguntungkan bagi para pemegang sahamnya. Terhitung mulai tahun buku 2026, BCA resmi meningkatkan frekuensi pembagian dividen interim menjadi tiga kali dalam setahun, sebuah langkah progresif yang sebelumnya hanya dilakukan sekali.
Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, mengonfirmasi perubahan penting ini. Menurutnya, pembagian dividen interim akan dilakukan secara triwulanan, dimulai pada kuartal kedua tahun 2026 dan akan berlanjut hingga kuartal ketiga serta keempat untuk tahun buku yang sama. Ini menandai pergeseran signifikan dari praktik sebelumnya yang hanya membagikan dividen interim satu kali setahun, biasanya pada bulan Desember.
Meskipun jadwal pembagian telah ditetapkan, Vera Eve Lim menambahkan bahwa besaran dividen interim yang akan dibagikan kepada pemegang saham masih dalam tahap perencanaan dan belum final. Namun, ia menekankan bahwa ini adalah bagian dari rencana strategis perseroan untuk tahun ini, yang menunjukkan komitmen BCA terhadap pengembalian nilai kepada investornya secara lebih sering dan teratur.
Rencana strategis ini sebenarnya telah lebih dulu disampaikan oleh BCA dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026. Kala itu, BCA telah memberikan sinyal kuat mengenai niatnya untuk membagikan dividen interim sebanyak tiga kali untuk tahun buku 2026, dengan syarat bahwa kondisi keuangan perseroan memungkinkan untuk melakukannya.
“Sebagai informasi tambahan untuk tahun buku 2026, apabila kondisi keuangan memungkinkan, Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris dapat membagikan dividen interim 3 kali di tahun 2026 yang direncanakan akan dibagikan per kuartal,” jelas Vera Lim dalam kesempatan tersebut, menegaskan kembali prinsip kehati-hatian dalam setiap keputusan finansial.
Merujuk pada tahun buku 2025, perseroan telah mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp41,30 triliun atau setara Rp336 per saham. Dari jumlah tersebut, BCA telah lebih dulu membagikan dividen interim total senilai Rp6,77 triliun pada akhir tahun lalu. Dengan demikian, sisa dividen sebesar Rp281 per saham, atau total Rp34,5 triliun, akan didistribusikan kepada para pemegang saham. Vera juga menyebutkan bahwa rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) untuk tahun buku 2025 mencapai 72%, angka yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 67,4%. Sisa laba bersih tahun 2025 yang tidak digunakan akan ditetapkan sebagai laba ditahan, memperkuat fundamental perseroan.
Kebijakan dividen yang atraktif ini didukung oleh kinerja keuangan BCA yang solid. Sepanjang tahun 2025, bank berhasil mencetak laba konsolidasian senilai Rp57,56 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan sebesar 4,94% secara tahunan (Year-on-Year) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp54,85 triliun.