IHSG Cetak Rekor Baru, Bos OJK: Disokong Fundamental Emiten Papan Menengah

Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru saja menorehkan sejarah baru, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) pada perdagangan intraday Kamis (14/8/2025). Meskipun sempat melesat ke level 7.973,98 pada sesi pertama, IHSG berhasil menutup perdagangan dengan penguatan solid 0,49%, bertengger di posisi 7.931,25.

Pencapaian bersejarah ini juga diiringi dengan rekor kapitalisasi pasar yang fantastis, menembus angka Rp 14.315 triliun. Angka ini mencerminkan peningkatan kepercayaan investor yang kian masif terhadap prospek pasar modal Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menilai bahwa penguatan signifikan IHSG ini merupakan refleksi langsung dari perkembangan fundamental perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kian kokoh. Ia menekankan, kenaikan IHSG bukan semata-mata didorong oleh kinerja perusahaan besar, melainkan justru disokong kuat oleh geliat emiten-emiten di papan menengah yang menunjukkan performa impresif.

Mahendra juga menjelaskan bahwa penguatan IHSG tidak hanya bertumpu pada konstituen indeks unggulan LQ45. Data BEI per Kamis (14/8) secara jelas memperlihatkan peran vital saham-saham di luar indeks tersebut sebagai penggerak utama. Sebagai contoh, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melesat 9,99% dalam sehari, memberikan kontribusi signifikan sebesar 32,94 poin terhadap kenaikan IHSG. Tak kalah penting, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari Grup Sinarmas juga melonjak 3,95%, menyumbang 13,42 poin bagi penguatan indeks.

Lebih lanjut, Mahendra Siregar menyoroti bahwa penguatan pasar modal ini turut ditopang oleh sentimen positif dari kondisi ekonomi makro dan perkembangan global. Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, tingkat kepastian di pasar global sudah lebih baik, meskipun ketidakpastian secara keseluruhan belum sepenuhnya sirna. Namun, setidaknya, ketidakpastian yang ada telah berkurang drastis dibandingkan situasi tiga atau empat bulan lalu, memberikan nuansa optimisme yang lebih besar bagi para pelaku pasar.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua turut menyuntikkan kepercayaan yang mendalam terhadap ketahanan ekonomi nasional. Mahendra menambahkan bahwa pertumbuhan ini merefleksikan pemerataan sumber perekonomian secara merata, menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia yang solid dan berkelanjutan di tengah dinamika global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *