
Pasar modal Indonesia mengakhiri perdagangan Kamis (30/4) dengan koreksi tajam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah, ditutup anjlok signifikan setelah seharian tertekan. Berdasarkan data dari Stockbit, indeks komposit ini parkir di level 6.956,80, menandai penurunan yang mencolok.
Pada penutupan perdagangan, IHSG tercatat anjlok 144,42 poin atau setara 2,03 persen, kembali ke posisi 6.956,80. Sentimen negatif serupa juga menimpa indeks LQ45, yang turut terkoreksi 2,17 persen hingga mencapai level 669,34. Total nilai transaksi perdagangan saham pada hari tersebut terbilang masif, mencapai Rp 21,53 triliun, dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 47,74 miliar lembar dan frekuensi transaksi sebanyak 2,65 juta kali.
Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham berhasil mencatat kinerja positif, sementara yang lain harus rela mengalami tekanan signifikan. Berikut adalah daftar saham-saham yang menjadi primadona (Top Gainers) pada penutupan perdagangan:
-
SDMU (Sidomulyo Selaras) naik 28 poin (28,57 persen) ke 126
-
HERO (DFI Retail Nusantara) naik 94 poin (24,74 persen) ke 474
-
ADHI (Adhi Karya (Persero)) naik 30 poin (16,48 persen) ke 212
-
INDS (Indospring) naik 60 poin (15,79 persen) ke 440
-
SONA (Sona Topas Tourism Industry) naik 350 poin (15,70 persen) ke 2.580
Sebaliknya, saham-saham berikut ini harus mengalami koreksi terdalam (Top Losers) pada perdagangan hari ini:
-
BOBA (Formosa Ingredient Factory) turun 48 poin (14,91 persen) ke 274
-
KONI (Perdana Bangun Pusaka) turun 430 poin (14,53 persen) ke 2.530
-
MAIN (Malindo Feedmill) turun 145 poin (14,50 persen) ke 855
-
LUCK (Sentral Mitra Informatika) turun 17 poin (13,18 persen) ke 112
-
BLUE (Berkah Prima Perkasa) turun 500 poin (12,95 persen) ke 3.360
Dari sisi nilai transaksi, saham-saham emiten perbankan mendominasi. Berikut adalah lima saham dengan nilai transaksi terbesar (Top Value):
-
BBCA (Bank Central Asia) senilai Rp 1,78 triliun
-
BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)) senilai Rp 1,15 triliun
-
BUMI (Bumi Resources) senilai Rp 1,01 triliun
-
BMRI (Bank Mandiri (Persero)) senilai Rp 822,77 miliar
-
ANTM (Aneka Tambang) senilai Rp 786,16 miliar
Sementara itu, berikut adalah daftar saham-saham yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan volume (Top Volume):
-
GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) sebanyak 91,99 juta lembar
-
BUMI (Bumi Resources) sebanyak 43,18 juta lembar
-
KOTA (DMS Propertindo) sebanyak 36,64 juta lembar
-
TOOL (Rohartindo Nusantara Luas) sebanyak 16,54 juta lembar
-
ESIP (Sinergi Inti Plastindo) sebanyak 14,65 juta lembar
Tak hanya pasar saham, nilai tukar rupiah juga menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Pada penutupan sore hari ini, rupiah tergelincir 26 poin atau 0,15 persen, mencapai level Rp 17.345 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penurunan dari posisi pembukaan pagi hari yang berada di Rp 17.319 per dolar AS.
Sementara itu, panorama pergerakan bursa saham di kawasan Asia Pasifik terpantau bervariasi, menunjukkan sentimen pasar yang tidak seragam di regional. Mengacu pada data yang dikumpulkan dari Stockbit dan Yahoo Finance, berikut adalah rincian pergerakan indeks utama di Asia:
-
Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,06 persen ke 59.284,92
-
Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,29 persen ke 25.776,53
-
Indeks SSE Composite di China naik 0,11 persen ke 4.112,16
-
Indeks Straits Times di Singapura naik 0,82 persen ke 4.901,04