
Shoesmart.co.id JAKARTA – Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), telah memutuskan untuk menahan suku bunga acuan dalam rapat kebijakan yang krusial pada Rabu, 29 April 2026. Keputusan ini diambil di tengah gejolak ekonomi global dan ketidakpastian yang membayangi, menandakan sikap hati-hati The Fed dalam mengelola kebijakan moneter.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan Federal Funds Rate (FFR), yang merupakan patokan utama bagi tingkat bunga di ekonomi AS, pada kisaran 3,5% hingga 3,75%. Sepanjang tahun 2026, The Fed belum melakukan perubahan suku bunga setelah pada akhir tahun sebelumnya melaksanakan tiga kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin. Meskipun dalam pertemuan Maret lalu para anggota komite sempat memproyeksikan adanya satu kali pemangkasan tambahan di tahun ini, sejumlah analis kini memperkirakan bahwa pelonggaran kebijakan baru akan terjadi pada akhir 2026, bahkan tidak sedikit yang menundanya hingga tahun depan.
“Perkembangan di Timur Tengah turut berkontribusi terhadap tingginya ketidakpastian prospek ekonomi,” demikian pernyataan resmi The Fed, seperti dikutip oleh USA Today pada Kamis (30/4). Selain faktor geopolitik, inflasi yang masih tinggi menjadi perhatian utama The Fed, didorong oleh lonjakan harga energi global. Pernyataan tersebut juga menyoroti bahwa, meskipun tingkat pengangguran relatif stabil dalam beberapa bulan terakhir, pertumbuhan lapangan kerja masih cenderung lemah, menambah kompleksitas tantangan yang dihadapi bank sentral tersebut.
Keputusan mempertahankan suku bunga acuan ini menunjukkan adanya perbedaan pendapat yang signifikan di internal FOMC. Dari 12 anggota yang memiliki hak suara, delapan di antaranya mendukung keputusan tersebut. Namun, hal yang menarik adalah adanya empat anggota yang menyatakan perbedaan pendapat (dissent), sebuah kejadian yang menjadi yang pertama kali sejak tahun 1992. Gubernur The Fed Stephen Miran secara konsisten memilih untuk menurunkan kisaran target suku bunga sebesar 25 basis poin. Sementara itu, anggota komite Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan menyatakan dukungan mereka terhadap keputusan suku bunga, namun menolak pencantuman indikasi “bias pelonggaran” dalam pernyataan resmi The Fed.
Pasar kini dengan cermat menantikan konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell, yang diperkirakan akan menjadi yang terakhir dalam masa jabatannya sebelum berakhir pada 15 Mei mendatang. Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga sejalan dengan proyeksi mayoritas pasar, yang juga memperkirakan The Fed akan mempertahankan kebijakannya ini hingga akhir tahun 2026.
Data dari CME FedWatch Tracker, yang mengkompilasi aktivitas perdagangan pasar, menunjukkan probabilitas sebesar 87% bahwa suku bunga akan tetap berada pada level saat ini hingga pertemuan kebijakan Desember. Probabilitas penurunan di bawah 50% baru terlihat pada Oktober 2027. Pada pertemuan tersebut, peluang terjadinya tiga kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin diperkirakan hanya sekitar 2%, dua kali pemangkasan sebesar 11%, dan satu kali pemangkasan sebesar 35%. Namun demikian, pelaku pasar juga mencermati adanya kemungkinan kecil sebesar 6% untuk kenaikan suku bunga, menggarisbawahi dinamika dan ketidakpastian yang masih melingkupi prospek kebijakan moneter The Fed ke depan.
Ringkasan
Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,5% hingga 3,75% dalam rapat kebijakan tanggal 29 April 2026. Keputusan ini diambil di tengah gejolak ekonomi global dan inflasi yang masih tinggi, terutama akibat lonjakan harga energi. Meskipun The Fed sempat memproyeksikan pemangkasan suku bunga, beberapa analis memperkirakan pelonggaran kebijakan baru akan terjadi di akhir 2026 atau bahkan tahun depan.
Keputusan ini menunjukkan perbedaan pendapat di internal FOMC, dengan empat anggota menyatakan perbedaan pendapat (dissent). Pasar saat ini menantikan konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell, yang diperkirakan akan memberikan panduan lebih lanjut terkait kebijakan moneter ke depan. Data pasar menunjukkan probabilitas tinggi bahwa suku bunga akan tetap pada level saat ini hingga pertemuan kebijakan Desember.