Laba bersih CDIA anjlok jadi Rp 142,8 miliar, intip manuver perkuat logistik

Emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), mengumumkan laporan keuangan yang mencerminkan tantangan sekaligus pertumbuhan strategis. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 8,4 juta, mengalami penurunan signifikan 70,18% dibandingkan dengan US$ 28,17 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kendati demikian, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan yang impresif, naik 19,2% menjadi US$ 41,24 juta dari US$ 34,6 juta secara tahunan (year on year).

Direktur CDI Group, Jonathan Kandinata, menjelaskan bahwa kenaikan pendapatan ini didorong oleh ekspansi logistik yang agresif, didukung oleh kondisi pasar logistik yang kondusif, serta pertumbuhan berkelanjutan di segmen energi. “CDI Group terus menunjukkan kinerja yang resilien dan eksekusi yang konsisten di berbagai siklus, didukung oleh platform infrastruktur terintegrasi serta disiplin dalam alokasi modal,” ungkap Jonathan dalam keterangan resmi, menegaskan komitmen perseroan dalam menghadapi dinamika ekonomi.

Struktur pendapatan perseroan terbagi dari beberapa pilar utama. Segmen energi menjadi kontributor terbesar dengan US$ 25,3 juta, disusul oleh logistik sebesar US$ 14,3 juta. Selain itu, segmen kepelabuhanan dan penyimpanan menyumbang US$ 1,2 juta, sementara pendapatan lainnya tercatat US$ 400 ribu. Diversifikasi sumber pendapatan ini menjadi fondasi ketahanan kinerja keuangan CDIA.

Baca juga:

  • Menteri LH Jumhur Dukung Industri Ekstraktif tapi Bersyarat, Apa Ketentuannya?
  • WALHI Soroti Potensi Konflik Kepentingan di Satgas Pembiayaan Taman Nasional
  • Laba Bersih UNTR Anjlok 80% Jadi Rp 642 M, Tak Ada Penjualan Emas di Agincourt

Meskipun laba bersih menurun, CDIA menunjukkan kekuatan operasional dengan mencatatkan lonjakan adjusted EBITDA sebesar 125,4% secara tahunan, mencapai US$ 14,1 juta. Peningkatan ini merupakan cerminan nyata dari keberhasilan ekspansi bisnis dan efisiensi operasional yang terus ditingkatkan. Dari sisi likuiditas, PT Chandra Daya Investasi Tbk memiliki posisi keuangan yang kuat dengan kas sebesar US$ 954,2 juta dan rasio utang terhadap kapitalisasi yang terjaga di angka 39%. Kondisi finansial yang solid ini memberikan ruang gerak yang cukup luas bagi perseroan untuk melanjutkan berbagai inisiatif ekspansi strategis di masa mendatang.

Perkuat Logistik Maritim, CDI Group Hadirkan Kapal Angkut Kimia Cair Boreas

Dalam upaya memperkuat platform logistik maritim, Jonathan Kandinata mengumumkan penambahan armada baru yang inovatif, yakni Boreas. Kapal tanker kimia berkapasitas 9.000 deadweight ton (DWT) ini dikembangkan bersama Fukuoka Shipbuilding Co. Ltd, Jepang. Dirancang untuk melayani rute domestik maupun internasional, Boreas dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ini, menandai langkah besar dalam visi ekspansi logistik maritim CDI Group.

Penambahan Boreas diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan jangkauan logistik maritim perseroan secara signifikan, menjangkau kawasan Asia hingga Eropa. Ini menunjukkan ambisi Prajogo Pangestu melalui perusahaannya untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global.

Selain sektor maritim, CDI Group juga mencatatkan kemajuan pesat di segmen energi. Saat ini, perseroan telah mengoperasikan kapasitas tenaga surya sebesar 11 megawatt peak (MWp), dengan rencana penambahan sekitar 5 MWp yang sedang dalam tahap pengembangan dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2026. Fokus pada energi terbarukan ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan diversifikasi portofolio.

Di segmen air, inisiatif ekspansi juga terus berjalan. CDI Group tengah mengembangkan tambahan kapasitas 600 liter per detik di WTP Krenceng, serta fasilitas pengolahan air limbah berkapasitas 1.200 meter kubik per hari di Cilegon. Proyek-proyek ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar yang terus meningkat di wilayah operasionalnya.

Sementara itu, pada segmen pelabuhan dan penyimpanan, pembangunan infrastruktur penting yang dibiayai dari dana IPO, seperti tangki penyimpanan, pipa etilena, dan fasilitas pendukung lainnya, telah mencapai progres sekitar 60%. Perseroan juga menargetkan pembangunan tangki bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di RPU rampung pada tahun ini. Untuk segmen logistik secara keseluruhan, CDI Group menargetkan jumlah armadanya bertambah menjadi sekitar 20 kapal hingga akhir 2026, mencakup kapal pengangkut gas, kimia, dan dry bulk.

Dengan berbekal posisi keuangan yang kuat dan proyek ekspansi yang terus berjalan secara konsisten, Jonathan Kandinata optimis bahwa CDI Group dapat menjaga momentum pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun. Menurutnya, model bisnis infrastruktur terintegrasi yang dijalankan perseroan memberikan kombinasi yang ideal antara pendapatan berulang yang stabil dan peluang pertumbuhan yang menjanjikan dari pasar spot, memastikan prospek cerah bagi PT Chandra Daya Investasi Tbk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *