Shoesmart.co.id JAKARTA. Sesi perdagangan hari ini, Rabu (15 April 2026), diwarnai dengan koreksi tipis pada harga saham bank-bank besar atau yang dikenal sebagai *big banks*. Padahal, sebelumnya, pada pembukaan perdagangan, sektor ini sempat menunjukkan tren positif.
Secara lebih detail, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan paling signifikan. Harga saham BBCA saat ini berada di level Rp 6.700, atau turun sebesar 0,74% dibandingkan dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga terpantau mengalami penurunan. Harga saham BBNI tercatat berada di Rp 3.720, atau merosot 0,53% pada perdagangan siang ini.
Tokio Marine Indonesia dan United E-Motor Hadirkan Perlindungan bagi Pengemudi Ojol
Sementara itu, harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berada di angka Rp 3.450, mengalami penurunan sebesar 0,29%. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan penurunan paling kecil, yaitu sebesar 0,21%, sehingga harganya menjadi Rp 4.700.
Meskipun sempat menghijau di awal sesi, dengan BBRI mencatat penguatan tertinggi hingga 1,16%, momentum tersebut tidak bertahan lama. Penguatan pada masing-masing saham kemudian mereda, dan berbalik arah menjadi penurunan menjelang penutupan sesi pertama perdagangan.
Sebelumnya, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, telah memprediksi bahwa pergerakan harga saham dalam beberapa minggu mendatang akan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah.
Nafan menekankan bahwa jika rupiah terus menunjukkan pelemahan, ada kekhawatiran bahwa tekanan jual dari investor asing akan kembali meningkat. Oleh karena itu, ia mendesak Bank Indonesia (BI) untuk segera mengambil langkah-langkah konkret dalam memperkuat nilai tukar rupiah.
“Pelemahan rupiah hingga mencapai kisaran Rp 17.100 per dolar AS seharusnya menjadi sinyal kuat bagi BI untuk melakukan intervensi secara agresif. Intervensi ini penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui pasar spot ataupun pasar DNDF,” jelas Nafan.
Lebih lanjut, Nafan menjelaskan bahwa jika rupiah berhasil kembali menguat, ada potensi besar bagi harga saham *big banks* untuk kembali pulih, seiring dengan meredanya tekanan jual dari investor asing.
Bank Danamon Targetkan Jumlah Nasabah Prioritasnya Naik 10% Tahun Ini
Ringkasan
Pada perdagangan hari Rabu, 15 April 2026, saham bank-bank besar mengalami koreksi tipis setelah sempat menunjukkan tren positif di awal sesi. Penurunan paling signifikan dialami oleh BBCA, diikuti oleh BBNI, BBRI, dan BMRI dengan persentase penurunan yang bervariasi.
Analis Mirae Asset Sekuritas memprediksi bahwa pergerakan saham ke depan akan dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah. Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan tekanan jual dari investor asing, sehingga Bank Indonesia didorong untuk melakukan intervensi guna memperkuat nilai tukar rupiah. Jika rupiah menguat, saham *big banks* berpotensi pulih.