Jenazah tiga prajurit TNI dari Kontingen Garuda United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) telah tiba di Tanah Air. Presiden Prabowo Subianto turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir dalam upacara yang berlangsung pada Sabtu malam (4/4).
Kepergian ketiga prajurit ini meninggalkan duka mendalam. Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat terkena tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia, dekat Adchit Al Qusayr, pada Minggu (29/3). Sehari berselang, Senin (30/3), Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan juga gugur dalam serangan yang menyasar konvoi yang mereka kawal.
Pesawat Garuda Indonesia yang membawa jenazah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 18.00 WIB. Tayangan video dari kanal YouTube Sekretariat Presiden memperlihatkan suasana haru saat peti jenazah, yang terbalut Bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan tertinggi, diusung oleh sejumlah prajurit TNI menuju ambulans yang telah disiapkan.
Ambulans kemudian membawa ketiga jenazah pahlawan bangsa ini ke Gedung VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, tempat upacara persemayaman diselenggarakan. Suasana duka menyelimuti ruangan saat keluarga tak kuasa menahan tangis di sisi peti jenazah.
Baca juga:
* Tiga Prajurit TNI Terluka Akibat Ledakan di Fasilitas PBB di Lebanon
* Prabowo Sampaikan Duka Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
* DPR Desak Investigasi Gugurnya 3 TNI di Lebanon, Soroti Dugaan Kejahatan Perang
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 18.46 WIB. Beliau segera menemui keluarga ketiga prajurit untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moril. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoesudin dan Menteri Luar Negeri Sugiono turut mendampingi Presiden. Setelah itu, ketiga jenazah dibawa ke lokasi upacara persemayaman.
Selain kabar duka, tiga personel Indonesia yang juga tergabung dalam UNIFIL dilaporkan terluka akibat ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse, Lebanon selatan, pada Jumat (3/4) sore. Pemerintah Indonesia pun menyatakan kekhawatiran mendalam atas serangkaian insiden yang menimpa pasukan perdamaian Indonesia di UNIFIL dalam kurun waktu satu minggu terakhir.
Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan dan insiden yang berulang ini. Terlepas dari penyebabnya, kejadian ini menekankan urgensi penguatan perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB, terutama di tengah situasi konflik yang semakin membahayakan.
Melalui pernyataan resmi di situs Kementerian Luar Negeri pada Sabtu (4/4), Indonesia kembali mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menginvestigasi seluruh insiden yang menimpa UNIFIL. Selain itu, Indonesia juga menyerukan pertemuan antara negara-negara kontributor pasukan UNIFIL untuk melakukan evaluasi dan mengambil langkah-langkah konkret dalam meningkatkan perlindungan terhadap pasukan yang bertugas di lapangan.
Pemerintah Indonesia kembali menyerukan penyelidikan yang segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta sebenarnya, termasuk kronologi kejadian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Akuntabilitas penuh harus ditegakkan demi keadilan bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Rangkaian insiden ini terjadi di tengah memanasnya situasi akibat serangan Israel ke Lebanon. Operasi militer Israel yang berkelanjutan di Lebanon selatan, termasuk pernyataan untuk mempertahankan keberadaan Israel, berpotensi besar mendestabilisasi situasi dan membahayakan keselamatan personel pasukan perdamaian PBB yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah tersebut.
Ringkasan
Tiga prajurit TNI dari Kontingen Garuda UNIFIL gugur di Lebanon dan jenazah mereka telah tiba di Indonesia, disambut dengan upacara penghormatan terakhir yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri, sementara Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal. Keluarga korban menyambut kedatangan jenazah dengan suasana duka yang mendalam.
Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan-serangan tersebut dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan atas seluruh insiden yang menimpa UNIFIL. Pemerintah juga menyerukan pertemuan antar negara kontributor pasukan UNIFIL guna mengevaluasi dan meningkatkan perlindungan terhadap pasukan perdamaian. Insiden ini terjadi di tengah situasi yang memanas akibat serangan Israel ke Lebanon, yang berpotensi membahayakan personel pasukan perdamaian PBB.