HRTA tebar dividen Rp 40 per saham di RUPST 2025, pendapatan kuartal I 2026 melesat 196,9 persen

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), perusahaan manufaktur perhiasan emas dan emas batangan terintegrasi terkemuka di Indonesia, mengumumkan pembagian dividen yang signifikan bagi para pemegang sahamnya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025, Perseroan mengesahkan dividen sebesar Rp 40 per lembar saham yang berasal dari tahun buku 2025. Jumlah ini merefleksikan dividend yield sekitar 1,8 persen dari harga saham Rp 2.300 per lembar, dengan rasio dividend payout mencapai 18,83 persen.

Kinerja keuangan HRTA menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Pada kuartal I-2026, pendapatan Perseroan melonjak tajam 196,96 persen secara tahunan menjadi Rp 20,16 triliun, dibandingkan dengan Rp 6,78 triliun pada kuartal I-2025. Sejalan dengan peningkatan pendapatan, laba bersih juga tumbuh signifikan sebesar 189,48 persen, mencapai Rp 433,49 miliar pada kuartal I-2026, dari Rp 149,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian gemilang ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Volume penjualan emas murni Perseroan meningkat 75,18 persen secara tahunan, mencapai 7,83 ton. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 71,01 persen menjadi Rp 2.567.213 per gram. Dari segi segmen bisnis, penjualan grosir masih menjadi tulang punggung pendapatan dengan kontribusi sebesar 90,60 persen, termasuk dari institusi keuangan bullion bank dan beberapa perbankan syariah. Sementara itu, segmen ritel menyumbang 9,13 persen dan segmen gadai berkontribusi 0,26 persen.

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto, menegaskan bahwa kondisi ini adalah cerminan dari fundamental bisnis Perseroan yang kuat serta keberhasilan strategi integrasi ekosistem bisnis yang terus dikembangkan. “Pertumbuhan positif di awal tahun ini menunjukkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan Perseroan dalam menangkap peluang pasar di tengah dinamika ekonomi global,” ujar Sandra dalam acara Public Expose yang diadakan setelah RUPST 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (3/6). Beliau menambahkan bahwa HRTA akan terus berfokus pada penguatan ekosistem bisnis, peningkatan kualitas produk melalui sertifikasi internasional maupun nasional, serta perluasan jangkauan pasar demi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Melanjutkan tren positif di kuartal I-2026, Hartadinata Abadi juga mencatatkan kinerja rekor tertinggi sepanjang masa untuk tahun buku 2025. Direktur Keuangan PT Hartadinata Abadi Tbk, Ong Deny, mengungkapkan bahwa pendapatan Perseroan di tahun 2025 meningkat sebesar 144,39 persen secara year-on-year menjadi Rp 44,55 triliun, dari Rp 18,23 triliun di tahun 2024. Di sisi laba bersih, Perseroan membukukan Rp 978,49 miliar pada 2025, tumbuh 121,29 persen dibandingkan Rp 442,18 miliar di tahun sebelumnya.

Rencana Bisnis

Dalam rangka mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan, Hartadinata Abadi telah mengintegrasikan setiap tahapan proses manufaktur ke dalam satu ekosistem yang terhubung secara komprehensif. Langkah strategis ini diperkuat dengan peningkatan kapasitas produksi hingga mencapai 60 ton per tahun, meliputi manufaktur emas batangan, perhiasan emas, dan bisnis pemurnian emas.

Selain memperkuat kualitas produk, HRTA aktif memperluas jaringan usahanya. Saat ini, Perseroan telah mengoperasikan 85 outlet Hartadinata Abadi dan 138 outlet Gadai Hartadinata Abadi (GHA) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, mendekatkan akses produk dan layanan kepada masyarakat.

Inovasi juga menjadi prioritas utama. HRTA terus memperkuat inovasi dan aksesibilitas produk EMASKU melalui peluncuran ATM HRTA Gold. Solusi pembelian emas modern ini memungkinkan masyarakat memperoleh produk EMASKU dengan lebih mudah, cepat, dan praktis. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk mendekatkan emas kepada masyarakat luas sekaligus menjawab kebutuhan pasar kontemporer. Saat ini, ATM HRTA Gold telah tersedia di tiga lokasi strategis di Bandung dan Jakarta. Melalui inisiatif ini, Perseroan optimis dapat mendorong inklusi tabungan emas dan memperkuat posisi HRTA sebagai salah satu pelaku utama industri emas nasional yang terus berinovasi.

Untuk tahun 2026, Hartadinata Abadi akan berfokus pada penguatan branding seluruh portofolio produk emas dan perhiasan emas melalui merek HRTA Gold. Bersamaan dengan itu, Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan standar produk yang dihasilkan, dengan menjalani proses sertifikasi dari London Bullion Market Association (LBMA). Selain itu, ekspansi jaringan distribusi juga menjadi agenda utama, dengan penambahan jumlah toko Hartadinata Abadi di berbagai wilayah Indonesia.

Mengakhiri pernyataannya, Sandra Sunanto menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan Perseroan. “Dengan fundamental bisnis yang solid, jaringan distribusi yang luas, serta ekosistem bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh stakeholders kami,” pungkas Sandra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *