Shoesmart.co.id JAKARTA. Pelaku usaha di sektor strategis batubara dan kelapa sawit menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah yang tengah menata ulang tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA). Kebijakan baru ini menunjuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai BUMN ekspor, sebuah langkah yang dinilai krusial untuk memperkuat fondasi perdagangan komoditas nasional.
Kalangan industri melihat regulasi inovatif ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan transparansi perdagangan, mengkonsolidasikan rantai pasok nasional, dan secara signifikan memperbaiki posisi tawar Indonesia di pasar global. Inisiatif ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memastikan optimalisasi nilai SDA bagi perekonomian negara.
Dukungan nyata datang dari dua emiten besar, yakni produsen batubara PT Golden Eagle Energy Tbk dan raksasa minyak sawit PT Mahkota Group Tbk. Keduanya menegaskan kesiapan untuk beradaptasi dengan mekanisme baru yang akan diimplementasikan secara bertahap, dengan target berlaku penuh pada tahun 2027.
Direktur PT Golden Eagle Energy Tbk, Yuliana, menjelaskan bahwa perseroan berkomitmen penuh untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait penataan ulang tata kelola ekspor komoditas SDA yang kini sedang digodok. “Perseroan tentunya akan memberikan dukungan atas rencana pemerintah yang akan menerapkan kebijakan baru atas tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang,” tegas Yuliana dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa (26/5/2026).
Pemerintah, menurut Yuliana, telah menyiapkan masa transisi yang memadai, memberikan waktu bagi para pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian administratif dan operasional. Periode 1 Juni hingga 31 Agustus 2026 akan menjadi fase di mana kegiatan ekspor masih menggunakan mekanisme saat ini, namun para eksportir wajib menyampaikan pemberitahuan kepada DSI sebagai BUMN yang ditugaskan sebagai koordinator ekspor.
Setelah masa transisi ini berakhir, implementasi penuh ditargetkan akan dimulai pada 1 Januari 2027. Pada tahap tersebut, seluruh penjualan ekspor batubara perseroan akan difasilitasi melalui DSI. Meskipun demikian, perusahaan optimistis bahwa skema perdagangan yang baru tidak akan mengganggu stabilitas operasional maupun keberlanjutan bisnis mereka.
Menang Tender Danantara, BIPI Gandeng Bakrie dan Tommy Soeharto Garap Energi Hijau
Dari sektor kelapa sawit, PT Mahkota Group Tbk memandang kebijakan ini sebagai upaya strategis pemerintah untuk menciptakan rantai pasok ekspor nasional yang lebih terintegrasi dan efisien. Regulasi baru ini diyakini akan memperkuat pengawasan perdagangan komoditas sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah produk hilir Indonesia.
Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk, Usli, menekankan bahwa kebijakan tersebut berpotensi besar untuk memperkuat tata kelola sektor SDA dan secara signifikan meningkatkan penerimaan negara. “Perseroan memandang kebijakan ini sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi penerimaan negara dari sektor sumber daya alam, sehingga menciptakan tata kelola ekspor yang lebih tertib dan terintegrasi,” papar Usli.
Bagi industri kelapa sawit, regulasi ini juga selaras dengan agenda hilirisasi yang sedang digencarkan pemerintah. Dengan tata niaga yang lebih terstruktur, pelaku usaha melihat peluang untuk memperluas akses ke pasar ekspor yang lebih berkualitas, meningkatkan efisiensi perdagangan, serta menjaga stabilitas arus kas dan likuiditas perusahaan. Usli menambahkan, kebijakan ini bahkan berpotensi mendukung peningkatan margin usaha dalam jangka panjang. “Terhadap laba usaha dan laba bersih, Perseroan menilai dapat memiliki peluang untuk meningkatkan margin usaha secara bertahap dan menjaga profitabilitas yang berkelanjutan,” jelasnya.
Meskipun memberikan dukungan, para pelaku usaha tetap menantikan penerbitan aturan pelaksana final yang akan menjadi pedoman teknis implementasi. Perusahaan-perusahaan ini juga terus mengkaji potensi dampaknya terhadap kontrak dagang dengan pembeli luar negeri serta ketentuan pembiayaan perbankan.
Danantara Siapkan IPO Jumbo Denera, Targetkan Melantai Usai Kantongi Arus Kas
Sejauh ini, baik Mahkota Group maupun Golden Eagle Energy memastikan komitmen kepada mitra dagang mereka tetap berjalan sesuai kontrak yang berlaku. Keduanya juga menyatakan bahwa kewajiban keuangan kepada kreditur masih dapat dipenuhi dengan baik, seraya berharap sektor perbankan dapat menyesuaikan ketentuan pembiayaan dengan kerangka regulasi ekspor yang baru.
Dengan dukungan kuat dari pelaku industri utama, penugasan DSI sebagai koordinator ekspor komoditas SDA menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah membangun sistem perdagangan komoditas yang lebih terintegrasi, transparan, dan berdaya saing tinggi di pasar global. Ini menandai babak baru bagi pengelolaan sumber daya alam Indonesia.