Minyak Naik! Bursa Jepang-Korsel Rekor, Apa Dampaknya?

Pasar global mengawali pekan dengan dinamika yang cukup kontras: harga energi yang melonjak di satu sisi, dan optimisme yang membara di sektor teknologi di sisi lain. Kombinasi ini mendorong bursa saham bergerak naik. Kenaikan harga minyak, yang dipicu oleh terhambatnya pembicaraan damai terkait Iran, berjalan seiring dengan reli saham teknologi, terutama di sektor chip. Antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI) menjadi bahan bakar utama bagi penguatan ini.

Harga minyak mentah Brent mengalami kenaikan sekitar 2 persen, sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan terakhir, mencapai kisaran USD 107,97 per barel dalam perdagangan Asia pada hari Senin (27/4). Faktor utama yang mendorong kenaikan ini adalah terganggunya pasokan energi dari kawasan Timur Tengah, terutama akibat minimnya aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan inflasi global, membuat para pelaku pasar mulai mengesampingkan harapan adanya pemangkasan suku bunga di negara-negara maju pada tahun ini. Goldman Sachs bahkan merevisi naik proyeksi harga minyak akhir tahun dari USD 80 menjadi USD 90 per barel.

“Kenaikan harga yang tidak linier sangat mungkin terjadi jika persediaan menyusut ke level kritis, sebuah kondisi yang belum pernah kita saksikan dalam beberapa dekade terakhir,” ujar seorang analis Goldman Sachs, seperti dikutip dari Reuters, Senin (27/4).

Bursa Saham Merangkak Naik

Namun, di sisi lain, pasar saham global justru mendapatkan dorongan signifikan dari sektor teknologi. Saham-saham produsen chip melambung, mengikuti tren optimisme terhadap belanja AI. Sebelumnya, laporan kinerja Intel yang melampaui ekspektasi pasar semakin memperkuat sentimen positif ini.

Bursa saham di Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan mencatatkan rekor tertinggi baru, mengikuti jejak penguatan di Wall Street. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 naik tipis, sekitar 0,2 persen, dalam sesi perdagangan di Asia.

Mike Seidenberg, Manajer Portofolio Senior di Allianz Technology Trust, menyoroti bahwa tren AI masih menjadi mesin utama yang mendorong pasar. “AI adalah area yang sangat diunggulkan oleh pasar dan dianggap sebagai pemenang utama. Ini menjadi alokasi terbesar dalam portofolio,” jelasnya.

Para pelaku pasar saat ini juga menantikan rilis laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan teknologi raksasa di Amerika Serikat, termasuk Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta, dan Apple. Laporan-laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai prospek belanja AI di masa depan.

Di pasar mata uang, pergerakan relatif stabil. Euro berada di level USD 1,1724, sementara yen Jepang berada di kisaran 159,32 per USD. Pasar obligasi juga cenderung tenang menjelang serangkaian rapat bank sentral utama yang akan berlangsung pekan ini.

Bank sentral dari berbagai negara, termasuk Bank of Japan, Federal Reserve, Bank of England, dan Bank Sentral Eropa, diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan mereka. Namun, arah kebijakan moneter ke depan tetap menjadi fokus perhatian, terutama terkait potensi kenaikan suku bunga lanjutan di Eropa dan Inggris.

Sementara itu, secercah harapan akan meredanya konflik muncul setelah laporan mengindikasikan bahwa Iran membuka peluang untuk mencapai kesepakatan guna membuka kembali Selat Hormuz, meskipun pembicaraan nuklir mengalami penundaan.

Dengan kombinasi antara ketegangan geopolitik, arah kebijakan moneter, dan euforia di sektor teknologi, pasar global diperkirakan akan terus bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini.

Ringkasan

Harga minyak mentah naik signifikan dipicu terhambatnya pembicaraan damai terkait Iran, memicu kekhawatiran inflasi global. Goldman Sachs merevisi naik proyeksi harga minyak akhir tahun. Kenaikan harga minyak ini terjadi bersamaan dengan reli saham teknologi, terutama di sektor chip, didorong oleh antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI).

Bursa saham di Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan mencatatkan rekor tertinggi baru, mengikuti penguatan di Wall Street. Pasar menantikan laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa untuk melihat prospek belanja AI. Sementara itu, bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan, namun arah kebijakan moneter tetap menjadi fokus perhatian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *