Lelang SUN 2025: Pemerintah Target Rp 23 Triliun, Ini Jadwalnya!

JAKARTA – Pemerintah Indonesia kembali bersiap menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Rupiah pada Selasa, 7 Oktober 2025. Langkah strategis ini diambil untuk memenuhi sebagian krusial kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan mendukung program-program pembangunan.

Menurut keterangan resmi dari Direktorat Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, lelang ini menetapkan target indikatif sebesar Rp 23 triliun. Namun, potensi penyerapan dana dapat mencapai 150% dari target indikatif, yaitu sekitar Rp 34,5 triliun, mencerminkan fleksibilitas pemerintah dalam mengelola likuiditas. Proses lelang akan dimulai pukul 09.00 WIB dan ditutup pada pukul 11.00 WIB, dengan setelmen dijadwalkan pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Kepercayaan investor terhadap instrumen utang pemerintah terbukti cukup tinggi dalam periode sebelumnya. Sebagai gambaran, pada lelang SUN yang digelar Selasa, 23 September 2025, penawaran mencapai Rp 98,47 triliun, di mana pemerintah berhasil menyerap Rp 33 triliun. Angka ini bahkan melampaui capaian lelang sebelumnya di tanggal 26 Agustus 2025, yang mencatat total penawaran Rp 126 triliun dan penyerapan Rp 30 triliun, mengindikasikan minat yang konsisten dari pasar obligasi.

Dalam lelang SUN kali ini, pemerintah akan menawarkan dua jenis instrumen: Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara (ON). Untuk seri SPN, investor dapat memilih SPN12260108 yang merupakan seri reopening, dengan jatuh tempo pada 8 Januari 2026, serta SPN12261008 sebagai new issuance, yang akan jatuh tempo pada 8 Oktober 2026. Kedua seri SPN ini akan dilepas tanpa kupon, alias dengan skema diskonto.

Adapun seri Obligasi Negara (ON) yang tersedia sepenuhnya bersifat reopening, memberikan opsi investasi jangka panjang dengan kupon menarik. Seri-seri tersebut meliputi: FR0109 (kupon 5,87% dengan jatuh tempo 15 Maret 2031), FR0108 (kupon 6,50% jatuh tempo 15 April 2036), FR0106 (kupon 7,12% jatuh tempo 15 Agustus 2040), FR0107 (kupon 7,12% jatuh tempo 15 Agustus 2045), FR0102 (kupon 6,87% jatuh tempo 15 Juli 2054), dan FR0105 (kupon 6,87% jatuh tempo 15 Juli 2064). Pilihan yang beragam ini mengakomodasi berbagai preferensi investor.

Mekanisme lelang akan menggunakan sistem pelelangan yang modern, diselenggarakan oleh Bank Indonesia dengan mengaplikasikan metode harga beragam (multiple price). Dalam skema ini, investor yang mengajukan penawaran kompetitif akan membayar sesuai dengan yield yang mereka ajukan, sedangkan bagi investor non-kompetitif, pembayaran akan disesuaikan dengan yield rata-rata tertimbang yang dihasilkan dari lelang kompetitif.

Khusus untuk seri SPN, alokasi pembelian non-kompetitif ditetapkan dengan batasan maksimal 99% dari penawaran yang dimenangkan. Sementara itu, untuk seri Obligasi Negara (ON), alokasi non-kompetitif dibatasi maksimal 30%. Penting untuk dicatat bahwa pemerintah senantiasa memiliki hak untuk menjual SUN dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang telah diumumkan, memberikan fleksibilitas tambahan dalam pengelolaan kas negara.

Setiap unit SUN yang dilelang memiliki nominal sebesar Rp 1 juta, membuatnya terjangkau bagi beragam investor. Secara prinsip, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, memiliki kesempatan untuk menyampaikan penawaran pembelian dalam lelang ini. Namun, sesuai regulasi yang tertuang dalam PMK No. 168/PMK.08/2019, penyampaian penawaran harus dilakukan melalui peserta lelang yang telah ditunjuk. Pengumuman ini sendiri disampaikan oleh Direktorat Surat Utang Negara, DJPPR Kementerian Keuangan pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Ringkasan

Pemerintah Indonesia akan melaksanakan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 7 Oktober 2025 untuk memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2025 dengan target indikatif Rp 23 triliun dan potensi penyerapan hingga Rp 34,5 triliun. Lelang ini menawarkan dua jenis instrumen yaitu Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dengan skema diskonto dan Obligasi Negara (ON) dengan kupon menarik.

Lelang akan diselenggarakan oleh Bank Indonesia menggunakan metode harga beragam (multiple price), di mana investor membayar sesuai yield yang diajukan. Alokasi pembelian non-kompetitif dibatasi maksimal 99% untuk SPN dan 30% untuk ON. Setiap unit SUN bernominal Rp 1 juta dan penawaran pembelian harus melalui peserta lelang yang ditunjuk sesuai PMK No. 168/PMK.08/2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *