
Shoesmart.co.id, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa sebanyak 15 perusahaan tengah mengantre untuk melantai di pasar modal melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) per akhir April 2026. Data menarik menunjukkan bahwa mayoritas, yakni 11 dari belasan perusahaan tersebut, memiliki aset jumbo yang nilainya melampaui Rp250 miliar.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa hingga tanggal 30 April 2026, satu perusahaan telah berhasil mencatatkan sahamnya di BEI, dengan sejumlah dana yang telah dihimpun. Sementara itu, pipeline perusahaan tercatat BEI masih dihuni oleh 15 perusahaan yang bersiap menyusul.
“Hingga saat ini terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ungkap Nyoman pada Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: Superbank (SUPA) Putuskan Belum Bagi Dividen Lewat RUPST Perdana Usai IPO
Nyoman merinci lebih lanjut, dari total 15 perusahaan yang berada dalam antrean IPO tersebut, 11 di antaranya tergolong perusahaan berskala besar dengan nilai aset di atas Rp250 miliar. Kemudian, empat perusahaan lainnya masuk kategori skala menengah, dengan jumlah aset berkisar antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Uniknya, tidak ada perusahaan skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar dalam daftar pipeline tersebut.
Baca Juga: Free Float 15% jadi Katalis Dorong Konsolidasi BUMN, IPO Jumbo, dan Likuiditas Pasar
Secara sektoral, perusahaan-perusahaan yang akan melantai di bursa ini datang dari beragam bidang industri. Sektor Consumer Non-Cyclicals, Consumer Cyclicals, dan Healthcare masing-masing menyumbang paling banyak dengan tiga perusahaan. Selanjutnya, sektor infrastruktur dan teknologi diwakili oleh masing-masing dua perusahaan. Sementara itu, sektor energi dan finansial masing-masing hanya menyertakan satu perusahaan.
Baca Juga: BEI Catat 16 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Selain aktivitas saham, Nyoman juga mengungkapkan data terkait pasar obligasi. Sebanyak 54 emisi obligasi telah diterbitkan oleh 35 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp58,90 triliun. Hingga 30 April 2026, pipeline obligasi BEI mencatat 47 emisi dari 33 penerbit EBUS yang masih menunggu untuk diterbitkan. Adapun untuk aksi korporasi rights issue, terdapat satu perusahaan tercatat yang sedang dalam pipeline BEI.
______
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.