Kronologi tabrakan dua kereta di Stasiun Bekasi Timur, ada korban tewas

Salah satu penumpang selamat dalam kecelakaan kereta api mengerikan di Stasiun Bekasi Timur, Munir, membagikan kronologi insiden yang melibatkan CommuterLine dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.53 WIB, menyebabkan kekacauan dan kepanikan di lokasi kejadian.

Menurut kesaksian Munir, CommuterLine yang ia tumpangi, yang melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang, mendadak berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur. Penghentian tak terduga ini disebabkan oleh insiden sebelumnya, di mana sebuah CommuterLine dari arah berlawanan menabrak satu unit mobil taksi. Tak lama berselang setelah CommuterLine yang ditumpangi Munir berhenti, Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek datang dengan kecepatan tinggi dan langsung menghantam bagian belakang gerbong CommuterLine tersebut.

Dampak tabrakan sangat parah, dengan lokomotif Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek menembus hingga ke gerbong paling belakang CommuterLine. Munir, yang saat kejadian berada di gerbong keempat dari belakang, langsung bergegas keluar untuk menyelamatkan diri. Ia mengungkapkan bahwa hantaman keras tersebut mengakibatkan banyak korban di gerbong belakang CommuterLine terjepit dan tidak sadarkan diri, terkoyak oleh lokomotif yang masuk. Penumpang lain di lokasi kejadian juga melihat beberapa korban masih terjepit di gerbong belakang, menanti proses evakuasi.

Korban Tewas

Pasca-insiden, proses evakuasi korban segera dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas keamanan stasiun, dinas pemadam kebakaran (damkar), tim medis, TNI, Polri, serta dibantu oleh warga sekitar. Upaya keras ini difokuskan untuk membebaskan penumpang yang masih terjebak di dalam gerbong KRL. Seorang korban lain di lokasi mengindikasikan bahwa kemungkinan ada korban tewas, dengan mayoritas adalah wanita. Manajer Humas DAOP 1 Jakarta, Franoto Wibowo, yang dikutip dari tayangan Kompas TV pada Senin malam, membenarkan adanya dua korban meninggal dunia yang telah tercatat di rumah sakit. Namun, jumlah pasti korban meninggal dunia masih dalam proses verifikasi karena evakuasi masih berlangsung.

Perjalanan Kereta Terganggu

Insiden kecelakaan kereta ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga berdampak signifikan pada perjalanan kereta api. Jalur Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Jatinegara mengalami penundaan dan keterlambatan parah akibat insiden tabrakan antara CommuterLine dan Kereta Disel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur. Rangkaian KRL terlihat berhenti di beberapa titik sebelum dan sesudah lokasi kejadian, meninggalkan ribuan penumpang dalam ketidakpastian.

Para penumpang di dalam kereta tampak menunggu tanpa kepastian jadwal keberangkatan. Petugas terus-menerus memberikan informasi mengenai keterlambatan perjalanan. Nur (24), seorang pengguna KRL di Stasiun Jatinegara, mengaku keretanya sempat tertahan lebih dari 35 menit. “Sudah lebih dari 35 menit tidak jalan. Karena informasinya ternyata ada kecelakaan di depan, di Stasiun Bekasi Timur,” ujarnya. Kondisi di dalam gerbong pun tidak kondusif, dengan sebagian penumpang terpaksa duduk di lantai dan lainnya berdiri berdesakan sambil memantau pengumuman dari pengeras suara stasiun. Taufik (53) mengungkapkan frustrasinya, “Iya ini kita nunggu aja dari tadi, mau gimana lagi udah ketauan begini, kalau naik ojek online mahal karena masih jauh saya mau ke Tambun.” Situasi ini menunjukkan betapa krusialnya dampak kecelakaan terhadap mobilitas masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *