INTP: Laba Indocement Melesat Rp 2,25 Triliun di 2025!

Shoesmart.co.id, JAKARTA – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), salah satu emiten produsen semen terkemuka di Indonesia, mencatatkan penurunan kinerja keuangan pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Penurunan ini terlihat dari beberapa indikator utama dalam laporan keuangan perusahaan.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indocement mengalami penurunan pendapatan neto sebesar 4,42% secara tahunan (year-on-year/yoy), menjadi Rp 17,73 triliun pada tahun 2025. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, INTP berhasil membukukan pendapatan neto sebesar Rp 18,55 triliun.

Kontributor utama pendapatan neto INTP pada 2025 masih berasal dari segmen penjualan semen, yang mencapai Rp 16,83 triliun. Selanjutnya, disusul oleh segmen penjualan beton siap pakai dengan kontribusi sebesar Rp 1,52 triliun dan segmen tambang agregat sebesar Rp 252,28 miliar. Setelah dikurangi eliminasi sebesar Rp 873,06 miliar, total pendapatan neto perusahaan menjadi Rp 17,73 triliun.

Cek Prospek Emiten Transportasi & Logistik yang Bisa Terdampak Keterbatasan Mobilitas

Selain pendapatan neto, beban pokok pendapatan INTP juga mengalami penurunan. Pada 2025, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 11,96 triliun, atau turun 4,24% yoy dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 12,49 triliun.

Meskipun demikian, penurunan beban pokok pendapatan belum cukup untuk mengkompensasi penurunan pendapatan neto. Akibatnya, laba bruto INTP ikut menyusut sebesar 4,79% yoy menjadi Rp 5,77 triliun pada 2025, dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mencapai Rp 6,06 triliun.

Namun, ada catatan positif dalam kinerja keuangan INTP. Laba sebelum beban pajak penghasilan justru mengalami pertumbuhan yang signifikan, yakni sebesar 11,38% yoy menjadi Rp 2,74 triliun pada 2025, dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 2,46 triliun.

Peningkatan laba sebelum pajak ini didorong oleh beberapa faktor, di antaranya penurunan beban usaha sebesar 1,34% yoy dari Rp 3,73 triliun pada 2024 menjadi Rp 3,68 triliun pada 2025. Selain itu, INTP juga berhasil membukukan keuntungan atas divestasi dan pengukuran kembali investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp 669,98 miliar pada 2025.

Tidak hanya itu, Indocement juga mencatatkan kenaikan pendapatan keuangan yang cukup signifikan, yakni sebesar 55,49% yoy dari Rp 133,33 miliar pada 2024 menjadi Rp 207,32 miliar pada 2025.

Kombinasi dari berbagai faktor tersebut akhirnya berdampak positif pada laba bersih perusahaan. INTP berhasil mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,25 triliun pada 2025. Angka ini naik 11,44% yoy dibandingkan laba bersih perusahaan pada 2024 yang sebesar Rp 2,01 triliun.

Secara keseluruhan, hingga akhir tahun 2025, INTP memiliki total aset sebesar Rp 31,73 triliun yang terdiri dari liabilitas sebesar Rp 8,52 triliun dan ekuitas sebesar Rp 23,20 triliun.

IMPC Lampaui Target 2025, Bidik Pendapatan Rp 5,1 Triliun di 2026

Ringkasan

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan penurunan pendapatan neto sebesar 4,42% menjadi Rp 17,73 triliun pada tahun 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen penjualan semen. Meskipun beban pokok pendapatan juga menurun, laba bruto perusahaan tetap menyusut sebesar 4,79%.

Namun, INTP berhasil mencatatkan pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan sebesar 11,38% menjadi Rp 2,74 triliun, didorong oleh penurunan beban usaha dan keuntungan dari divestasi. Hal ini berdampak positif pada laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang naik 11,44% menjadi Rp 2,25 triliun pada tahun 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *