Ifishdeco (IFSH) bagikan dividen Rp 50 miliar, setara Rp 26 per saham

Shoesmart.co.id JAKARTA. Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH)! Emiten nikel ini akan membagikan dividen dengan total nilai fantastis, mencapai sekitar Rp 50 miliar. Dengan pembagian ini, setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 26 per saham.

Nilai dividen yang dialokasikan oleh IFSH ini setara dengan 69,3% dari laba bersih perusahaan pada tahun buku 2025. Angka ini menunjukkan komitmen IFSH untuk memberikan nilai tambah bagi para investornya.

Sebagai informasi, IFSH berhasil mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 72,14 miliar pada tahun lalu. Kinerja positif ini menjadi landasan kuat bagi pembagian dividen yang menggiurkan ini.

Keputusan pembagian dividen ini merupakan salah satu agenda penting yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) IFSH yang diselenggarakan pada Senin, 18 Mei 2026. RUPST ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk menetapkan arah strategis ke depan.

Ifishdeco (IFSH) Incar Penjualan Rp 1 Triliun dan Akuisisi Tambang Nikel pada 2026

Selain pembagian dividen, para pemegang saham IFSH juga menyetujui penggunaan sisa laba bersih sebagai laba ditahan. Dana ini akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja perusahaan, sehingga mendukung operasional dan ekspansi bisnis di masa mendatang.

RUPST kali ini juga membahas perubahan dalam susunan direksi dan komisaris IFSH. Ryan Fong Jaya resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris. Sementara itu, Tariani dan Kevin Christianto dipercaya untuk mengisi posisi Direktur, menambah amunisi baru bagi jajaran manajemen IFSH.

Dengan keputusan ini, berikut adalah susunan lengkap direksi dan dewan komisaris IFSH yang berlaku sejak penutupan RUPST hingga RUPST tahun 2029:

Direksi:

Presiden Direktur: Muhammad Ishaq

Direktur: Leman Suti

Direktur: Agus Prasetyono

Direktur: Iwan Luison

Direktur: Tariani

Direktur: Kevin Christianto

Penjualan Tembus Rp 1 Triliun, Ifishdeco (IFSH) Perkuat Fundamental Bisnis pada 2025

Dewan Komisaris:

Presiden Komisaris: Akhmad Syakhroza

Komisaris: Oei Harry Fong Jaya

Komisaris: Lina Suti

Komisaris: Michele Mallorie Sunogo

Komisaris Independen: Hongisisilia

Komisaris Independen: Roesmanhadi.

Target dan Strategi Tahun 2026

Menatap tahun 2026, IFSH telah menyiapkan tiga fokus utama untuk mendorong pertumbuhan. Pertama, perusahaan akan mengoptimalkan pemanfaatan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan menerapkan good mining practice, memastikan operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Kedua, IFSH akan mengembangkan usaha baru melalui penanaman kelapa, sebagai langkah diversifikasi bisnis untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas nikel. Ketiga, IFSH membuka diri terhadap peluang pertumbuhan anorganik, termasuk potensi akuisisi tambang baru untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Diversifikasi bisnis dan ekspansi lahan menjadi strategi kunci IFSH pada tahun ini. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fundamental bisnis perusahaan dan meningkatkan daya saing di pasar.

Dari sisi kinerja, IFSH menargetkan penjualan mencapai Rp 1 triliun, dengan laba sekitar Rp 100 miliar pada tahun 2026. Direktur Ifishdeco, Iwan Luison, menyampaikan bahwa target ini ditetapkan secara konservatif, mempertimbangkan berbagai faktor eksternal.

Kadin dan Asosiasi Pengusaha Tambang Merespons Keluhan Pebisnis China Soal Nikel RI

IFSH berupaya menjaga stabilitas kinerja atau mencapai pertumbuhan yang moderat. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai ketidakpastian yang membayangi dunia usaha akibat gejolak geopolitik global. Kondisi ekonomi yang dinamis menuntut perusahaan untuk berhati-hati dalam menetapkan target.

Iwan mengakui bahwa tren kenaikan harga nikel global memberikan katalis positif bagi prospek kinerja IFSH pada tahun 2026. Namun, kondisi ini juga diiringi dengan kenaikan biaya operasional, yang salah satunya disebabkan oleh lonjakan harga bahan bakar. Tantangan ini perlu diantisipasi dengan strategi yang tepat.

“Harga berfluktuasi mengikuti siklus dan supply-demand. Kami masih melihat positif untuk 2026. Tapi, di sisi cost juga ada kenaikan. Jadi (target tahun ini) kami konservatif,” kata Iwan dalam paparan publik yang berlangsung pada Senin (18/5/2026).

Presiden Direktur Ifishdeco, Muhammad Ishaq, menambahkan bahwa kinerja IFSH tahun ini akan didukung oleh kenaikan volume penjualan bijih nikel. Optimisme ini didasarkan pada strategi yang matang dan peluang pasar yang menjanjikan.

IFSH akan mengoptimalkan kuota penjualan yang telah disetujui pemerintah dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, yaitu sebanyak 1.449.000 metrik ton. Peningkatan volume penjualan menjadi kunci untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Target penjualan tahun ini meningkat sekitar 11,6% dibandingkan volume penjualan tahun lalu yang sebanyak 1.294.880 metrik ton. Ishaq menjelaskan bahwa realisasi volume penjualan IFSH pada tahun 2025 berada di bawah kuota yang diberikan, yaitu sebesar 2,2 juta metrik ton.

Kadin China Surati Prabowo Soal Kebijakan di Sektor Tambang, Ini Kata Pebisnis Nikel

Kondisi ini disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk faktor cuaca yang mempengaruhi operasional pertambangan. Pada tahun ini, IFSH akan memacu operasional dan produktivitas sembari meningkatkan efisiensi, mengatasi kendala yang ada.

Di sisi lain, meskipun kondisi dan kelangsungan usaha nikel Indonesia tengah menjadi sorotan, IFSH tetap memasang outlook yang optimistis. Ishaq mengungkapkan bahwa IFSH sedang merancang agenda ekspansi dengan mengakuisisi tambang, memperkuat posisinya di industri nikel.

Penjajakan dengan sejumlah pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel telah dilakukan sejak tahun lalu. Menurut Ishaq, IFSH setidaknya sudah melakukan pembicaraan dengan enam IUP. Langkah ini menunjukkan keseriusan IFSH dalam mengembangkan bisnisnya.

“Kemungkinan sekitar 50%-nya nanti akan kami tindaklanjuti. Jadi sudah ada beberapa yang akan kami kerjakan pada 2026, sebagai tindak lanjut dari pendekatan yang sudah kami lakukan pada tahun 2025,” ujar Ishaq, memberikan gambaran tentang rencana akuisisi yang sedang berjalan.

Ishaq belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai target akuisisi tambang nikel ini. Ia hanya memberikan gambaran bahwa lokasi tambang yang berpeluang diakuisisi berada di wilayah Sulawesi dan Maluku. “Jadi, kami meyakini bahwa prospek nikel masih cukup bagus,” ujar Ishaq, menutup pernyataannya dengan keyakinan akan masa depan industri nikel Indonesia.

Ringkasan

PT Ifishdeco Tbk (IFSH) akan membagikan dividen sebesar Rp 26 per saham, dengan total nilai Rp 50 miliar, yang setara dengan 69,3% dari laba bersih tahun 2025. Keputusan ini disetujui dalam RUPST yang juga menyepakati penggunaan sisa laba bersih sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal kerja perusahaan.

Selain itu, RUPST menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris. Untuk tahun 2026, IFSH menargetkan penjualan Rp 1 triliun dan laba sekitar Rp 100 miliar, serta berencana melakukan akuisisi tambang nikel di wilayah Sulawesi dan Maluku sebagai bagian dari strategi ekspansi perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *