Direksi Bayan Jual Saham Jelang RUPS: Ada Apa dengan BYAN?

Shoesmart.co.id JAKARTA. Menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), sejumlah direksi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terpantau melakukan penjualan saham kepemilikannya. Aksi korporasi ini tentu menarik perhatian investor dan pelaku pasar.

RUPST Bayan Resources sendiri dijadwalkan berlangsung pada 10 Juni 2026. Bagi para pemegang saham yang ingin berpartisipasi dalam RUPST, mereka harus terdata sebagai pemilik saham hingga tanggal 18 Mei 2026.

Sepanjang bulan Mei 2026 ini, tercatat sudah tiga direksi yang mengambil keputusan untuk melepas sebagian atau seluruh kepemilikan saham BYAN mereka. Ketiga direksi tersebut adalah Oliver Khaw Kar Heng, Neil Russell John, dan Alastair Gordon Christopher Mcleod.

Pasar Saham dan Rupiah Bergejolak, Waktunya Investor Rebalancing Portofolio

Alastair Gordon Christopher Mcleod menjadi direktur terbaru yang menjual saham BYAN, yakni sebanyak 3 juta lembar. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (15/5/2026), transaksi penjualan ini dilakukan Alastair pada tanggal 13 Mei 2026 dengan harga Rp 12.000 per saham. Dengan demikian, nilai divestasi yang dilakukan Alastair mencapai Rp 36 miliar.

Setelah transaksi ini, kepemilikan saham Alastair atas BYAN berkurang, menjadi 4 juta lembar saham atau setara dengan 0,012%. Sebelumnya, Alastair memiliki 7 juta lembar saham BYAN, yang setara dengan 0,021%.

Sebelum Alastair, Neil Russell John juga telah menjual 3 juta saham BYAN dengan harga yang sama, yaitu Rp 12.000 per saham. Transaksi yang dilakukan Neil pada tanggal 12 Mei 2026 ini menyisakan kepemilikan saham BYAN sebanyak 2,93 juta lembar, setara dengan 0,009%. Sebelumnya, Neil memiliki 5,93 juta lembar saham BYAN, yang setara dengan 0,018%.

Oliver Khaw Kar Heng menjadi direksi pertama yang melakukan penjualan saham BYAN. Bahkan, saat ini, Oliver sudah tidak lagi memiliki saham BYAN alias kepemilikannya nol persen. Terakhir, Oliver menjual 134.700 saham BYAN dalam dua tahap, yaitu pada tanggal 7 dan 8 Mei 2026. Penjualan pertama dilakukan sebanyak 25.000 saham dengan harga Rp 11.112 per saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 277,8 juta. Kemudian, Oliver kembali menjual 141.900 saham dengan harga Rp 11.151 per saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 1,58 miliar.

Pada hari Rabu (13/5/2026), saham BYAN ditutup melemah 1,75% di level Rp 11.200. Secara keseluruhan, dalam sebulan terakhir, saham BYAN telah mengalami penurunan sebesar 9,31%.

Ringkasan

Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang dijadwalkan pada 10 Juni 2026, beberapa direksi terpantau menjual saham perusahaan. Tercatat tiga direksi, yaitu Oliver Khaw Kar Heng, Neil Russell John, dan Alastair Gordon Christopher Mcleod telah melakukan penjualan saham BYAN sepanjang bulan Mei 2026.

Alastair Gordon Christopher Mcleod menjual 3 juta lembar saham, Neil Russell John menjual 3 juta saham, dan Oliver Khaw Kar Heng bahkan telah menjual seluruh kepemilikannya. Penjualan saham oleh para direksi ini terjadi di tengah penurunan harga saham BYAN, yang pada tanggal 13 Mei 2026 ditutup melemah 1,75% dan secara keseluruhan telah turun 9,31% dalam sebulan terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *