Wall Street Reli: Dampak Pertemuan Trump-Xi ke Pasar Saham?

Shoesmart.co.id – Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengakhiri perdagangan Kamis (14/5/2026) dengan catatan positif, didorong oleh reli saham-saham teknologi yang diwarnai optimisme pasar terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada pertemuan krusial antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Menurut laporan Reuters, ketiga indeks utama Wall Street berhasil mengamankan posisinya di zona hijau. Indeks S&P 500 dan Nasdaq bahkan mencetak rekor penutupan tertinggi baru, melanjutkan tren penguatan yang telah berlangsung dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average juga menunjukkan performa yang solid, ditutup hanya sekitar 0,3% di bawah rekor penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 10 Februari lalu.

Cita Mineral (CITA) Bagi Dividen Rp 1,39 Triliun, Potensi Dividen Yield Capai 10,06%

Secara spesifik, indeks Dow Jones melonjak 370,26 poin atau 0,75% ke level 50.063,46. Indeks S&P 500 menguat 56,99 poin atau 0,77% ke level 7.501,24, sementara Nasdaq Composite naik signifikan sebesar 232,88 poin atau 0,88% ke level 26.635,22.

Sektor teknologi tampil sebagai penggerak utama penguatan indeks S&P 500, sebaliknya sektor material justru mengalami penurunan terdalam.

“Semua orang bertanya-tanya sampai kapan reli ini akan terus berlanjut. Banyak investor yang menikmati momentum ini, tetapi di saat yang sama juga mulai merasa waswas,” ungkap Senior Portfolio Manager Dakota Wealth, Robert Pavlik, memberikan komentarnya.

Pavlik menambahkan, investor tidak bisa hanya berdiam diri di luar pasar ketika indeks terus mencetak rekor tertinggi yang baru.

Ditekan oleh Pengumuman MSCI Hingga FTSE, Begini Nasib Pasar Saham Indonesia

Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping menjadi fokus utama perhatian pasar. Agenda pertemuan mencakup berbagai isu strategis, mulai dari masalah perdagangan, penjualan senjata AS ke Taiwan, hingga potensi pembukaan kembali Selat Hormuz yang sempat terganggu akibat konflik antara AS-Israel dan Iran.

Trump turut didampingi oleh sejumlah petinggi perusahaan teknologi terkemuka, termasuk CEO Tesla Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang.

Saham Nvidia mengalami lonjakan sebesar 4,4% setelah pemerintah AS memberikan izin penjualan chip H200 milik perusahaan tersebut kepada perusahaan-perusahaan di China.

“Kami menyambut baik kedua pemimpin yang menunjukkan nada kolaboratif dan berharap hal ini akan berlanjut menjadi sebuah kesepakatan jangka panjang,” kata Portfolio Manager Founder ETFs, Michael Monaghan, menanggapi perkembangan ini.

SMAR Siapkan Rp300 Miliar untuk Pelunasan Obligasi Jatuh Tempo Juni 2026

Dari sisi ekonomi, data penjualan ritel AS tercatat sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, kenaikan tersebut sebagian besar didorong oleh lonjakan harga bensin akibat perang Iran, yang juga memicu kenaikan harga impor terbesar sejak Oktober 2022.

Serangkaian data inflasi yang dirilis pekan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi dapat merambat ke barang dan jasa lainnya, sehingga memperkecil peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh bank sentral AS, Federal Reserve.

Presiden The Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, menekankan bahwa inflasi masih menjadi risiko paling mendesak bagi ekonomi AS, meskipun kondisi ekonomi secara umum dinilai tetap tangguh.

Selain Nvidia, pergerakan saham perusahaan semikonduktor dan AI lainnya cenderung bervariasi. Saham Qualcomm, Intel, Sandisk, dan Micron justru mengalami koreksi antara 3,4% hingga 6,1%.

Panda Bonds Bisa Jadi Alternatif Pembiayaan Saat Biaya Utang Naik

Saham Cisco melonjak signifikan sebesar 13,4% hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa setelah perusahaan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap hampir 4.000 karyawan dan menaikkan proyeksi pendapatan tahunan.

Sebaliknya, saham Boeing justru mengalami penurunan sebesar 4,7%, meskipun Trump mengklaim bahwa China telah setuju untuk membeli 200 pesawat Boeing.

Sementara itu, saham perusahaan chip AI Cerebras melesat tinggi sebesar 68,2% pada debut perdananya di bursa saham AS.

Ringkasan

Bursa saham AS ditutup positif dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi. Reli ini didorong oleh saham teknologi yang terkait dengan optimisme terhadap AI, serta perhatian investor terhadap pertemuan antara Presiden Trump dan Xi Jinping di Beijing yang membahas isu perdagangan dan lainnya.

Pertemuan Trump-Xi diharapkan menghasilkan kesepakatan jangka panjang, dengan sektor teknologi menjadi penggerak utama. Data penjualan ritel AS sesuai ekspektasi, namun inflasi masih menjadi perhatian. Saham Nvidia melonjak setelah izin penjualan chip ke China, sementara Cisco naik setelah PHK dan menaikkan proyeksi pendapatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *