Shoesmart.co.id – CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, membuka lebar peluang kerja sama investasi strategis di Indonesia, termasuk kemungkinan akuisisi saham perusahaan asing. Pernyataan ini muncul di tengah rumor tentang potensi akuisisi saham perusahaan tambang asal Perancis, Eramet, di PT Weda Bay Nickel (WBN), yang berlokasi di Maluku Utara.
Menanggapi isu tersebut, Rosan menegaskan bahwa Danantara selalu siap terlibat dalam aksi korporasi yang strategis untuk memperkuat investasi nasional. “Kita sih pada dasarnya terbuka, ya, atas diskusi kemudian pembicaraan mengenai investasi yang ada di Indonesia dan kita kan Danantara ini bisa menjadi strong local partner juga, kan ya,” ungkap Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/5), seperti dikutip dari Antara.
Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa pembahasan mengenai potensi kerja sama ini masih dalam tahap awal dan belum mencapai keputusan final. Meskipun demikian, Danantara terus menjalin komunikasi aktif dengan pihak Eramet. “Kita terbuka kok. Kita diskusi juga dengan Eramet,” imbuhnya.
Dengan kehadiran Danantara, Rosan berharap dapat meningkatkan peran Indonesia dalam pengembangan proyek-proyek strategis nasional, terutama di sektor sumber daya mineral dan hilirisasi industri.
Sebelumnya, pada tahun 2025, CEO Eramet Indonesia, Jerome Baudelet, telah mengungkapkan penjajakan kerja sama investasi strategis di sektor nikel bersama Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA). Rencana tersebut melibatkan Danantara dan INA yang akan bekerja sama dengan Eramet untuk membangun platform investasi terintegrasi di sektor nikel, mencakup seluruh rantai nilai dari hulu hingga hilir.
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, sebelumnya menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan ekosistem bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle atau EV) yang berkelanjutan di Indonesia.
Dalam sinergi ini, Danantara dan INA akan memainkan peran penting dalam menyediakan pembiayaan jangka panjang untuk mendukung pengembangan investasi. Sementara itu, Eramet akan memberikan keahlian teknis serta pengalaman dalam mengelola proyek pertambangan berskala besar yang memenuhi standar keberlanjutan internasional. Kemitraan strategis ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia dan menarik investasi lebih lanjut ke sektor ini.
Ringkasan
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan keterbukaan terhadap kerja sama investasi strategis, termasuk potensi akuisisi saham Eramet di PT Weda Bay Nickel (WBN). Danantara siap menjadi mitra lokal yang kuat untuk memperkuat investasi nasional dan meningkatkan peran Indonesia dalam pengembangan proyek strategis, terutama di sektor sumber daya mineral dan hilirisasi industri.
Pembahasan dengan Eramet masih dalam tahap awal, namun komunikasi aktif terus terjalin. Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA) sebelumnya telah menjajaki kerja sama dengan Eramet untuk membangun platform investasi terintegrasi di sektor nikel, guna memperkuat pengembangan ekosistem bahan baku baterai kendaraan listrik yang berkelanjutan di Indonesia.