SEMARANG – Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO)! Perusahaan jamu dan farmasi terkemuka ini mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp441,5 miliar, atau setara dengan Rp15 per saham, untuk tahun buku 2025. Dengan demikian, total dividen yang digelontorkan SIDO mencapai angka fantastis, yaitu Rp1,1 triliun.
Pengumuman ini disampaikan secara resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Sido Muncul yang diselenggarakan pada Kamis, 9 April 2026. Keputusan pembagian dividen ini semakin mempertegas komitmen SIDO untuk memberikan imbal hasil yang optimal dan berkelanjutan kepada para investornya.
Sebelumnya, Sido Muncul telah membagikan dividen interim sebesar Rp647,6 miliar pada November 2025 lalu. Jika digabungkan, total dividen yang dibagikan sepanjang tahun buku 2025 mencapai Rp1,1 triliun, dengan rasio pembayaran (payout ratio) yang sangat menarik, yaitu 90% dari total laba bersih tahun 2025. Ini menunjukkan kepercayaan diri perusahaan terhadap kinerja keuangannya.
Keputusan strategis ini diambil di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang masih diwarnai tantangan dan ketidakpastian. Namun, manajemen SIDO optimis dan berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan tahun 2025, SIDO berhasil mencatatkan total penjualan sebesar Rp4,08 triliun, meningkat 4% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/YoY). Pertumbuhan pendapatan ini sejalan dengan perolehan laba bersih sebesar Rp1,23 triliun, yang menjadi dasar utama dalam penentuan alokasi dividen tahun ini.
Manajemen SIDO menjelaskan bahwa pencapaian gemilang ini adalah hasil dari efisiensi operasional yang ketat, meskipun daya beli masyarakat cenderung selektif. Perusahaan juga menghadapi berbagai tekanan eksternal, seperti fluktuasi nilai tukar mata uang asing dan dinamika harga bahan baku. Kendati demikian, SIDO mampu mempertahankan profitabilitas yang tinggi dengan margin operasi sebesar 38% dan margin bersih sebesar 30%.
Salah satu mesin pertumbuhan utama bagi SIDO di tahun 2025 adalah sektor ekspor. Penjualan di pasar internasional mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 31%, dengan kontribusi mencapai 9% terhadap total penjualan perusahaan. Pasar Malaysia, Nigeria, dan Filipina tetap menjadi fokus utama dalam penetrasi produk herbal SIDO di kancah internasional.
Selain fokus pada aspek finansial, SIDO juga активно memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan atau Sustainability Development Goals (SDGs). SIDO baru-baru ini menerima penghargaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan desa herbal. Program pemberdayaan petani dan penguatan rantai pasok lokal menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga kualitas bahan baku.
Memasuki tahun 2026, SIDO memandang prospek industri jamu dan farmasi tetap positif, seiring dengan stabilisasi daya beli masyarakat domestik. Meningkatnya kesadaran publik terhadap kesehatan pascapandemi menjadi peluang besar bagi pertumbuhan kategori produk herbal di masa depan.
SIDO berencana untuk terus melakukan ekspansi internasional dengan memanfaatkan kekuatan merek yang telah terbangun selama 70 tahun. Manajemen optimis bahwa integrasi antara efisiensi biaya, inovasi produk, dan ekspansi pasar akan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Ringkasan
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun untuk tahun buku 2025, terdiri dari dividen interim dan dividen final. Keputusan ini diambil berdasarkan kinerja keuangan tahun 2025 yang mencatatkan penjualan sebesar Rp4,08 triliun dan laba bersih sebesar Rp1,23 triliun.
Selain fokus pada kinerja finansial, SIDO juga terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan dan pengembangan desa herbal. Perusahaan berencana untuk melanjutkan ekspansi internasional serta memanfaatkan momentum peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pasca-pandemi.