Bahlil hingga petinggi BI sambangi Kapolri bahas eskalasi global

Jakarta, IDN TimesKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini memimpin sebuah rapat koordinasi penting, mengumpulkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara. Pertemuan strategis ini diselenggarakan untuk membahas berbagai isu krusial yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional, terutama terkait dampak eskalasi global yang berkelanjutan.

Rapat tersebut dihadiri oleh sederet tokoh kunci dari berbagai sektor. Tampak hadir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Selain itu, hadir pula Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, serta perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pertamina. Diskusi ini berlangsung secara tertutup di Mabes Polri, Jakarta, pada Selasa (28/4/2026), dengan fokus utama pada implikasi dinamika global terhadap situasi di dalam negeri.

Salah satu agenda utama yang disoroti dalam rapat koordinasi ini adalah penguatan ekonomi Indonesia dan implementasi program Asta Cita. Kapolri Listyo Sigit menjelaskan bahwa para pimpinan lembaga dan menteri telah memaparkan gambaran komprehensif mengenai kondisi terkini. Informasi ini menjadi landasan vital bagi pemerintah untuk merumuskan strategi bersama dalam menjaga capaian yang telah diraih, khususnya dalam mempertahankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di angka 5 persen. Lebih jauh, upaya terus dilakukan agar program-program kebijakan yang tercakup dalam Asta Cita dapat terus berjalan efektif dan berkelanjutan.

Asta Cita sendiri merupakan delapan visi-misi utama yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto, dirancang untuk mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Program ini memiliki fokus yang multidimensional, mencakup penguatan ideologi bangsa, pertahanan negara, swasembada pangan dan energi, serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui inisiatif seperti penyediaan makanan bergizi dan layanan kesehatan gratis. Visi ini menjadi panduan strategis dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan dan memastikan kemajuan bangsa.

Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi dan visi pembangunan, rapat ini juga secara khusus membahas mitigasi risiko yang berpotensi timbul di masa mendatang. Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa informasi yang terkumpul dari para pemangku kebijakan memberikan arahan yang jelas bagi pemerintah dalam mengidentifikasi dan melakukan langkah-langkah mitigasi terhadap berbagai isu strategis yang berpotensi terjadi. “Kita memitigasi berbagai macam risiko yang akan timbul. Dan alhamdulillah dengan gambaran yang kami peroleh, maka kita tentunya memiliki gambaran untuk kemudian melakukan mitigasi terhadap berbagai macam isu ke depan,” ujarnya, menggarisbawahi urgensi langkah antisipatif.

Upaya menjaga ketahanan nasional juga menjadi agenda penting dalam pertemuan tersebut. Kapolri Listyo Sigit berharap, dengan gambaran kondisi yang ada, Indonesia masih memiliki ketahanan yang baik untuk dipertahankan ke depannya. Meskipun demikian, ia menekankan perlunya kewaspadaan tinggi terhadap eskalasi global yang tengah berlangsung. Eskalasi ini, yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran, berpotensi memicu blokade Selat Hormuz dan mengancam stabilitas pasokan energi dunia. “Kita tetap terus waspada terhadap eskalasi yang ada sehingga kemudian seluruh capaian yang telah dilaksanakan, yang telah dijalankan oleh pemerintah ini terus bisa kita pertahankan,” pungkas Listyo, menyerukan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan capaian bangsa di tengah gejolak global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *