
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi II pada Selasa, 28 April, dengan catatan yang kurang memuaskan, gagal mempertahankan momentum positifnya dan tergelincir ke zona merah. Pelemahan IHSG ini, menurut data dari Stockbit, mencerminkan tren serupa di mayoritas bursa saham kawasan Asia yang juga mengalami koreksi.
Pada penutupan perdagangan, IHSG tercatat melemah 34,13 poin atau setara 0,48 persen, mengakhiri hari di level 7.072,39. Tak hanya IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga turut merasakan tekanan, dengan terkoreksi 0,64 persen ke posisi 682,32, menunjukkan sentimen pasar yang cenderung negatif pada hari tersebut.
Meskipun demikian, aktivitas perdagangan tetap semarak dengan total nilai transaksi harian yang mencapai Rp17,01 triliun. Volume perdagangan saham tercatat sebanyak 31,49 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi yang masif mencapai 2,13 juta kali, menandakan partisipasi aktif investor di tengah volatilitas pasar.
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja cemerlang sebagai top gainers:
-
Saham KOCI (Kokoh Exa Nusantara) melonjak 39 poin (34,82%) menjadi 151.
-
Saham ESIP (Sinergi Inti Plastindo) menguat 41 poin (34,75%) mencapai 159.
-
Saham PPRE (PP Presisi) naik 41 poin (34,75%) ke 159.
-
Saham LMPI (Langgeng Makmur Industri) meroket 52 poin (34,67%) ke 202.
-
Saham KJEN (Krida Jaringan Nusantara) menguat 42 poin (34,43%) ke 164.
Sebaliknya, beberapa saham harus menelan pil pahit dan masuk dalam daftar top losers:
-
Saham JAWA (Jaya Agra Wattie) anjlok 30 poin (14,56%) ke 176.
-
Saham MBSS (Mitrabahtera Segara Sejati) terpangkas 310 poin (12,81%) ke 2.110.
-
Saham PGUN (Pradiksi Gunatama) turun tajam 1.050 poin (11,38%) ke 8.175.
-
Saham PSDN (Prasidha Aneka Niaga) melemah 24 poin (11,32%) ke 188.
-
Saham PKPK (Paragon Karya Perkasa) merosot 360 poin (9,84%) ke 3.300.
Dalam hal nilai transaksi, sejumlah saham raksasa berhasil mendominasi dan menjadi yang paling banyak diperdagangkan:
-
Saham BMRI (Bank Mandiri (Persero)) memimpin dengan nilai transaksi Rp1,08 triliun.
-
Saham BBCA (Bank Central Asia) menyusul dengan Rp1,03 triliun.
-
Saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)) mencatatkan Rp706,33 miliar.
-
Saham PTRO (Petrosea) dengan Rp702,24 miliar.
-
Saham ANTM (Aneka Tambang) membukukan Rp701,07 miliar.
Sedangkan dari sisi volume perdagangan, berikut adalah saham-saham yang paling aktif diperjualbelikan:
-
Saham BUMI (Bumi Resources) diperdagangkan sebanyak 17,53 juta lembar.
-
Saham ESIP (Sinergi Inti Plastindo) sebanyak 17,31 juta lembar.
-
Saham GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) dengan 13,75 juta lembar.
-
Saham PPRE (PP Presisi) sebanyak 9,51 juta lembar.
-
Saham BNBR (Bakrie & Brothers) dengan 9,35 juta lembar.
Di pasar spot, nilai tukar rupiah menunjukkan sedikit penguatan terhadap dolar Amerika Serikat. Pada penutupan sore, rupiah berada di level Rp17.220 per dolar AS, menguat tipis 2 poin atau setara 0,012% dibandingkan dengan harga pembukaan pagi yang berada di Rp17.222 per dolar AS.
Koreksi IHSG pada hari ini memang tak lepas dari sentimen negatif yang melanda bursa saham di kawasan Asia secara keseluruhan. Mayoritas indeks regional terpantau bergerak di teritori negatif, mencerminkan kekhawatiran global atau sentimen pasar yang lesu. Data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance menunjukkan pergerakan sebagai berikut:
-
Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,02% ke 59.917,46.
-
Indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi 0,95% ke 25.679,78.
-
Indeks SSE Composite di China melemah 0,19% ke 4.078,64.
-
Indeks Straits Times di Singapura turun 0,18% ke 4.883,88.