Populer: Purbaya ubah aturan piutang negara; ingatkan Gen Z yang mau main saham

Purbaya, seorang figur sentral dalam lanskap kebijakan ekonomi nasional, kembali menjadi sorotan utama dalam pemberitaan kumparanBISNIS sepanjang Senin (27/4). Dua kabar penting yang melibatkan beliau, mulai dari reformasi aturan piutang negara hingga nasihat bijak bagi Generasi Z mengenai investasi saham, berhasil menarik perhatian publik. Untuk lebih jelasnya, mari kita telaah lebih dalam rangkuman berita populer tersebut:

Purbaya Ubah Aturan Piutang Negara, Aset Sitaan Bisa Langsung Dipakai Pemerintah

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mengimplementasikan terobosan signifikan dalam pengelolaan piutang negara. Menteri Keuangan Yudhi Sadewa, dalam upayanya untuk meningkatkan optimalisasi penyelesaian piutang negara agar lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi terkini, telah merombak aturan lama dengan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2026. Beleid baru ini, yang merupakan revisi dari PMK Nomor 240 Tahun 2016, mulai berlaku efektif sejak diundangkan pada 24 April 2026.

Poin krusial dari pembaruan ini terletak pada kewenangan negara untuk kini dapat langsung menguasai dan memanfaatkan aset sitaan dari para penanggung atau penjamin utang. Berbeda dengan aturan sebelumnya, proses ini tidak lagi memerlukan lelang atau persetujuan dari pihak yang berutang, sehingga mempercepat pemulihan piutang negara. Pemanfaatan aset, seperti barang jaminan, akan dikoordinasikan oleh Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) cabang, dengan hasil penggunaannya akan diperhitungkan untuk mengurangi jumlah utang penanggung. Jenis aset yang dapat dialihkan sangat beragam, meliputi aset bergerak dan keuangan, termasuk uang tunai, aset digital atau kripto, simpanan di lembaga keuangan, hingga instrumen investasi seperti obligasi dan saham.

Meskipun memberikan fleksibilitas, proses penguasaan aset ini tetap mensyaratkan prosedur yang ketat. Penerbitan Surat Perintah Penyitaan dan Berita Acara Penyitaan wajib dilakukan, diikuti dengan permohonan tertulis dari kementerian atau lembaga (K/L) yang menyertakan analisis kebutuhan mendalam untuk kepentingan pemerintahan atau pembangunan. K/L pemohon juga memiliki kewajiban untuk menerima kondisi aset apa adanya (as is) dan menanggung biaya-biaya yang tertunggak. Penting dicatat, keputusan penguasaan aset ini berlaku selama dua tahun, dan penggunaan aset tersebut tidak serta merta menghapus seluruh kewajiban utang penanggung atau penjamin. Selain K/L, pihak lain seperti BUMN, BUMD, bahkan individu pun dimungkinkan untuk mengajukan permohonan pemanfaatan aset ini, membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah.

Beralih dari reformasi kebijakan, Purbaya juga menyoroti aspek krusial lain dalam lanskap keuangan, yaitu pentingnya literasi investasi bagi generasi muda.

Purbaya ke Gen Z yang Mau Main Saham: Pelajari Dulu, Bukan Langsung Jago

Purbaya menyampaikan nasihat krusial yang perlu dicamkan oleh Generasi Z (Gen Z) yang bersemangat untuk merambah dunia investasi, khususnya di pasar saham. Ia menekankan bahwa kesuksesan dalam berinvestasi bukanlah hasil instan atau bakat yang tiba-tiba muncul, melainkan buah dari pemahaman dan pembelajaran mendalam tentang pengetahuan dasar pasar saham sebelum memutuskan untuk terjun langsung. Purbaya juga menggarisbawahi perbedaan fundamental antara investasi dan menabung di bank; investasi selalu menyertai risiko, dengan prinsip “high risk, high gain” dan “low risk, low gain” sebagai pedoman utama.

Menyadari tantangan yang dihadapi Gen Z dalam menavigasi risiko di pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan inisiatif solutif bernama Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana. Program ini didesain khusus untuk memfasilitasi investasi reksadana dengan tingkat risiko yang lebih terukur, terutama bagi mereka yang belum memiliki bekal pengetahuan mendalam. PINTAR mengadopsi mekanisme rupiah cost averaging yang terotomatisasi, memungkinkan investor untuk secara rutin menyisihkan sejumlah uang tetap dalam periode waktu tertentu, misalnya bulanan.

Melalui penerapan prinsip compounding yang kuat dan strategi rupiah cost averaging yang cerdas, program PINTAR secara efektif mampu memitigasi risiko market timing yang sering menghantui investor pemula. Ini berarti investor tidak perlu lagi merasa cemas dalam menentukan momen terbaik untuk masuk ke pasar, karena investasi dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu. Pendekatan ini tidak hanya menumbuhkan disiplin investasi yang esensial, tetapi juga memastikan alokasi dana yang teratur, yang pada akhirnya akan mengoptimalkan potensi hasil investasi dalam jangka panjang, membuka jalan bagi Gen Z menuju kemandirian finansial yang lebih matang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *