Shoesmart.co.id – JAKARTA. Di tengah gejolak harga saham sektor perbankan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menyatakan belum berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback.
Pada penutupan perdagangan hari Jumat (13 Maret 2026), saham BBTN mengalami penurunan sebesar 0,79%, berakhir di level Rp 1.260. Bahkan, dalam kurun waktu sebulan terakhir, saham bank ini tercatat telah merosot hingga 7,35%.
Sinergi BREN dan TPIA Berpotensi Dongkrak Kinerja BRPT, Cek Rekomendasi Sahamnya
Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, mengungkapkan bahwa opsi buyback belum menjadi prioritas perusahaan. Hal ini disebabkan oleh pertimbangan untuk menjaga komposisi kepemilikan saham publik agar tetap berada di atas batas minimal 40%.
“BBTN berkeinginan untuk mempertahankan struktur kepemilikan dengan komposisi sekitar 60% milik pemerintah dan 40% dimiliki oleh publik. Rasio ini sangat krusial terkait dengan insentif pajak yang diberikan pemerintah kepada perusahaan terbuka,” jelas Nixon kepada awak media pada hari Jumat (13 Maret 2026).
Sebagai informasi, perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhak memperoleh pengurangan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar 3%, dengan syarat kepemilikan publik di atas 40% dan dimiliki oleh minimal 300 pemegang saham dengan kepemilikan masing-masing tidak lebih dari 5%.
Menurut Nixon, apabila porsi saham publik berkurang, misalnya hingga 39%, maka bank BUMN ini berpotensi kehilangan fasilitas pengurangan tarif pajak tersebut.
Blockchain Kian Dilirik sebagai Infrastruktur Sistem Keuangan Modern
“Jika persentase kepemilikan publik turun, contohnya menjadi 39 koma sekian persen, maka kita akan dikenakan kewajiban membayar pajak tambahan,” imbuhnya.
Sebagai alternatif, BTN mempertimbangkan opsi untuk membeli saham publik dan langsung mendistribusikannya kepada karyawan sebagai bagian dari bonus tahunan. Skema ini memungkinkan konversi bonus tunai menjadi saham perusahaan.
“Skema ini tetap menarik bagi karyawan. Biasanya, bonus diberikan dalam bentuk rupiah, namun sekarang bisa dalam bentuk saham,” pungkas Nixon.

BBTN Chart by TradingView
Ringkasan
Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengalami penurunan, namun perusahaan belum berencana melakukan buyback. Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, menyatakan bahwa pembelian kembali saham bukan prioritas karena ingin mempertahankan komposisi kepemilikan publik di atas 40%.
Alasan utama BTN enggan melakukan buyback adalah untuk menjaga insentif pajak yang diberikan pemerintah kepada perusahaan terbuka. Jika kepemilikan publik berkurang di bawah 40%, BTN berpotensi kehilangan fasilitas pengurangan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan. Sebagai alternatif, BTN mempertimbangkan untuk membeli saham publik dan mendistribusikannya kepada karyawan sebagai bonus tahunan.