Rekomendasi Saham AADI, ITMG, PTBA, ADRO: Siap Profit 16 Maret?

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Pasar batu bara diprediksi mengalami kelesuan di tahun 2025 akibat penurunan permintaan dari China dan India. Namun, analis memperkirakan permintaan batu bara termal akan kembali meningkat pada tahun 2026, terutama jika terjadi gangguan pasokan minyak dan gas akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sejumlah analis telah mengeluarkan rekomendasi saham untuk emiten-emiten batu bara. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai rekomendasi saham di sektor ini:

1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)

Pada tahun 2025, AADI mencatatkan pendapatan sebesar US$ 4,91 miliar, mengalami penurunan sebesar 7,71% secara year on year (yoy). Laba bersih perusahaan juga merosot 37,22% yoy menjadi US$ 760,18 juta. Penjualan batu bara AADI di pasar domestik mencapai US$ 1,14 miliar pada tahun 2025. Sementara itu, di pasar ekspor, Malaysia menjadi tujuan utama penjualan AADI dengan nilai mencapai US$ 947,05 juta pada tahun yang sama.

Manajemen AADI meyakini bahwa batu bara akan tetap menjadi komponen penting dalam bauran energi global, berperan dalam mendukung ketahanan energi. Keyakinan ini didasarkan pada meningkatnya permintaan listrik untuk memenuhi kebutuhan yang terus bertambah akibat pertumbuhan pusat data, kendaraan listrik, dan transisi energi.

Rupiah Melemah ke Rp 16.958, Begini Prediksi Pergerakan Rupiah Senin (16/3)

Meskipun ada dorongan untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon, batu bara tetap menjadi pilihan menarik bagi negara-negara berkembang di Asia. Hal ini disebabkan oleh keandalan pasokannya dan harganya yang relatif terjangkau dibandingkan dengan sumber energi lainnya.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 10.875

Muhammad Thoriq Fadilla, Bumiputera Sekuritas

2. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG mencatatkan penurunan pendapatan bersih sebesar 18,26% year on year (yoy) menjadi US$ 1,88 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan US$ 2,30 miliar pada tahun sebelumnya. Laba bersih ITMG juga mengalami penurunan signifikan sebesar 48,96% yoy menjadi US$ 190,94 juta pada tahun 2025.

Dalam tiga bulan mendatang, ITMG belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi. Saat ini, perusahaan masih menjalankan program pembelian kembali saham (buyback) yang telah diumumkan kepada publik pada tanggal 18 September 2025 dan disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 3 November 2025.

Penjualan SR024 Baru 30% dari Target, Ini Faktor yang Menahan Minat Investor

Rekomendasi: Reduce

Target harga: Rp 19.500

Kenny Shan, Sinarmas Sekuritas, dalam risetnya pada 7 Januari 2026

3. PT Bukit Asam Tbk (Persero) (PTBA)

Sejumlah proyek hilirisasi diposisikan sebagai katalis positif jangka panjang bagi PTBA. Salah satunya adalah proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). Selain itu, PTBA juga berperan aktif dalam mendukung pengembangan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.

Sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi mineral nasional, PTBA memastikan ketersediaan sumber energi (Power Solution) untuk memenuhi kebutuhan operasional Smelter Aluminium. Langkah ini merupakan upaya untuk memperkuat rantai pasok industri dan ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong percepatan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

TBS Energi Utama (TOBA) Optimistis Raih Kinerja Positif di 2026, Begini Strateginya

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 3.000

Imam Gunadi, Indo Premier Sekuritas

4. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)

ADRO mengalami penurunan pendapatan usaha sebesar 10,10% year on year (yoy) menjadi US$ 1,87 miliar pada akhir tahun 2025. Laba bersih perusahaan juga merosot tajam sebesar 67,56% yoy menjadi US$ 447,69 juta pada periode yang sama. Kontributor utama pendapatan usaha ADRO pada tahun 2025 berasal dari segmen jasa pertambangan, yakni sebesar US$ 1,01 miliar. Selain itu, ADRO juga mencatatkan pendapatan dari segmen pertambangan sebesar US$ 968,80 juta dan pendapatan lain-lain sebesar US$ 60,52 juta.

Manajemen ADRO berencana untuk melakukan buyback saham dengan nilai maksimal Rp 4 triliun atau tidak lebih dari 10% dari total modal ditempatkan. Langkah buyback saham ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan serta membuat harga saham lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan. Selain itu, diharapkan pula dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap ADRO.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 2.630

Erindra Krisnawan, BRI Danareksa Sekuritas, dalam risetnya pada 5 Maret 2026

Ringkasan

Artikel ini membahas rekomendasi saham untuk empat emiten batu bara: AADI, ITMG, PTBA, dan ADRO. Analis memperkirakan pasar batu bara akan mengalami kelesuan di tahun 2025, namun permintaan batu bara termal diprediksi meningkat kembali pada tahun 2026. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa batu bara akan tetap menjadi komponen penting dalam bauran energi global, terutama bagi negara berkembang di Asia.

Berdasarkan analisis, AADI dan PTBA mendapatkan rekomendasi “Buy” dengan target harga masing-masing Rp 10.875 dan Rp 3.000. ITMG direkomendasikan “Reduce” dengan target harga Rp 19.500. Sementara itu, ADRO juga direkomendasikan “Buy” dengan target harga Rp 2.630. Rekomendasi ini didasarkan pada kinerja perusahaan di tahun 2025 dan prospek bisnis batu bara ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *