Prediksi Kripto Terkini: Analis Ungkap Skenario Bullish & Bearish

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Memanasnya tensi di Timur Tengah turut memicu volatilitas harga pada aset-aset digital unggulan, seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Bagaimana proyeksi pergerakan harga kripto ke depan?

Berdasarkan pantauan coinmarketcap.com, dalam 24 jam terakhir hingga Jumat (13/3) pukul 12.29 WIB, Bitcoin mencatat kenaikan sebesar 3,14% dan bertengger di level US$ 71.422. Ethereum juga mengalami penguatan dengan naik 4,40% menjadi US$ 2.109, sementara Solana mengungguli keduanya dengan kenaikan harian sebesar 4,88% dan mencapai harga US$ 89,13.

Analis Reku, Andri Fauzan, memaparkan dua skenario utama yang berpotensi mewarnai pergerakan harga Bitcoin pada kuartal kedua tahun 2026. Kedua skenario tersebut adalah potensi penurunan (bearish) dan potensi kenaikan (bullish), yang masing-masing dipengaruhi oleh berbagai faktor.

IHSG Anjlok 1,8% ke 7.228,9 di Sesi Pertama (13/3), Top Losers LQ45: AMMN, ISAT, MBMA

Dalam skenario bearish, Andri memperkirakan harga Bitcoin dapat terkoreksi menuju kisaran US$ 58.000 – US$ 62.000 apabila level support di US$ 65.000 gagal dipertahankan. Sebaliknya, pada skenario bullish, harga Bitcoin berpotensi melesat hingga mencapai area US$ 80.000 jika berhasil menembus resistance di level US$ 73.000 dengan volume beli yang signifikan.

“Apabila area US$ 80.000 berhasil ditembus, maka terbuka peluang bagi harga Bitcoin untuk meroket menuju zona US$ 92.000 – US$ 100.000,” jelas Andri kepada Kontan pada Kamis (12/3/2026).

Sementara itu, untuk Ethereum, skenario bearish membayangi dengan potensi memasuki zona ketidakpastian apabila level support US$ 1.850 dan US$ 1.750 jebol dalam waktu berdekatan. Namun, skenario bullish memberikan harapan, dengan proyeksi harga Ethereum dapat mencapai zona US$ 2.300 – US$ 2.500 jika resistance di level US$ 2.100 berhasil ditembus dengan dorongan volume beli yang kuat.

Lippo Cikarang (LPCK): Tak Ada Alih Fungsi Proyek Meikarta untuk Hunian MBR

Bagaimana dengan Solana? Dalam skenario bearish, harga Solana diproyeksikan dapat menemukan support kuat di area US$ 62-65. Namun, jika tekanan jual tidak terlalu besar, zona US$ 72 – US$ 80 diperkirakan masih dapat bertahan. Di sisi lain, skenario bullish memberikan prospek cerah, dengan perkiraan harga Solana dapat melonjak hingga US$ 100 – US$ 120 jika resistance US$ 100 berhasil ditembus dengan volume beli yang signifikan.

Andri mengungkapkan sejumlah faktor kunci yang memengaruhi proyeksi pergerakan harga kripto tersebut. Salah satunya adalah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, yang kerap kali memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.

“Arah kebijakan The Fed di tengah potensi lonjakan inflasi akibat kenaikan harga minyak dan pelemahan ekonomi AS yang semakin terlihat signifikan juga menjadi perhatian utama. Pandangan dan pengaruh pemimpin baru The Fed yang akan menggantikan Powell juga berpotensi memengaruhi dinamika pasar kripto,” imbuh Andri.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah kejelasan regulasi terkait aset kripto, termasuk perkembangan pengesahan undang-undang kripto di AS, serta tren adopsi institusional di tengah dinamika global yang terus berkembang, terutama dari investor institusi di Amerika Serikat.

Ringkasan

Harga Bitcoin, Ethereum, dan Solana mengalami kenaikan dalam 24 jam terakhir. Analis Reku, Andri Fauzan, memaparkan skenario bullish dan bearish untuk Bitcoin pada kuartal kedua tahun 2026. Skenario bearish memprediksi koreksi ke US$ 58.000 – US$ 62.000 jika support US$ 65.000 gagal dipertahankan, sementara skenario bullish menargetkan US$ 80.000 hingga US$ 100.000 jika resistance US$ 73.000 ditembus.

Untuk Ethereum, skenario bearish mengkhawatirkan zona ketidakpastian jika support US$ 1.850 dan US$ 1.750 jebol, sedangkan skenario bullish menargetkan US$ 2.300 – US$ 2.500 jika resistance US$ 2.100 ditembus. Solana diproyeksikan menemukan support di US$ 62-65 (bearish) atau melonjak ke US$ 100 – US$ 120 (bullish) jika resistance US$ 100 ditembus. Faktor-faktor yang memengaruhi proyeksi ini meliputi ketegangan geopolitik, kebijakan The Fed, regulasi kripto, dan adopsi institusional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *