Emas Stabil US$5000: Rekomendasi Saham Emiten Emas, Peluang Investasi?

Shoesmart.co.id JAKARTA. Harga emas dunia masih bertahan di atas level psikologis baru. Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (27/1), harga emas spot mencapai US$ 5.078,86 per ons troi atau menguat 1,39% pada pukul 20:57 WIB. Tingginya harga logam mulia ini turut mendorong kenaikan harga saham emiten berbasis emas. Misalnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sudah melonjak 43,61% secara year to date ke posisi Rp 4.610 per Selasa (27/1/2026). Di...

Read More »

Rupiah Terancam: Independensi BI dan APBN Jadi Sorotan!

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Rupiah berupaya bangkit dari tekanan setelah sempat terpuruk ke level terlemah sepanjang sejarah. Namun, penguatan tersebut belum cukup meredakan kekhawatiran pasar, mengingat nilai tukar masih berada di bawah tekanan berat. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (27/1/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,08% secara harian ke Rp 16.768 per dolar AS. Sedangkan...

Read More »

Indeks Kompas 100 Dikocok: Saham Apa yang Potensial?

Shoesmart.co.id JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan peninjauan ulang komposisi indeks Shoesmart.co.id 100 dengan periode konstituen yang berlaku efektif mulai 2 Februari 2026 hingga 31 Juli 2026. Dalam rebalancing kali ini, sebanyak 17 saham baru ditetapkan masuk ke dalam jajaran indeks Shoesmart.co.id 100. Berikut daftar saham yang masuk indeks Shoesmart.co.id 100: PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) PT Sentul City Tbk (BKSL) PT Barito Renewables Energy Tbk...

Read More »

Rekomendasi Saham Rabu: IHSG Berpotensi Naik?

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,05% ke level 8.980,23 pada perdagangan Selasa (27/1/2026), disertai peningkatan volume pembelian. Meski demikian, pergerakan IHSG masih relatif sejalan dengan proyeksi sebelumnya, di mana indeks sempat terkoreksi di awal perdagangan. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan pasar saham domestik masih dipengaruhi oleh sejumlah...

Read More »

INDY: Peluang Investasi Saham Indika Energy? Analis Ungkap Rekomendasi!

Shoesmart.co.id JAKARTA. Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) tengah dipantau oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran tercatat naik secara signifikan. Dalam pengumuman tanggal 26 Januari 2026, BEI menginformasikan telah terjadi peningkatan harga saham INDY yang di luar kebiasaan alias Unusual Market Activity (UMA). “Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” kata BEI...

Read More »

Yield SBN 10 Tahun Melonjak! Risiko Global dan Domestik Mengintai

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Pasar Surat Berharga Negara (SBN) masih berada dalam tekanan seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal domestik serta gejolak sentimen global. Tekanan tersebut tercermin dari kenaikan yield SBN tenor 10 tahun yang menembus kisaran 6,37% pada Senin (26/1), naik dari sekitar 6,04% pada awal 2026. Tekanan juga terlihat pada lelang Surat Utang Negara (SUN). Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 36...

Read More »

BBCA Terkoreksi Jelang Rilis Kinerja: Peluang atau Ancaman?

Shoesmart.co.id JAKARTA. Kinerja saham PT Bank Central Asia (BBCA) terlihat lesu jelang paparan kinerja hari ini, Selasa (27/1). Jika dilihat, pada perdagangan sesi I saham BBCA ditutup turun 1,63% ke level Rp 7.525 dari perdagangan di hari sebelumnya. Pada pembukaan perdagangan sahamnya juga dibuka memerah di level Rp 7.575 per saham. Selama sepekan terakhir sahamnya juga terjun 5,94%. Berdasarkan konsensus yang dihimpun Bloomberg, laba bersih BCA...

Read More »

IHSG Terkoreksi! ADRO, ASII, UNTR Jadi Pemberat LQ45

Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah pada perdagangan sesi I siang ini setelah dibuka melemah. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG terkoreksi 0,60% atau 53 poin ke level 8.921,66 pada perdagangan sesi I, Selasa (27/1/2026). Sebanyak delapan indeks sektoral tertekan jadi pemberat bagi indeks. Sektor yang turun paling dalam antara lain perindustrian 3,45%, disusul barang baku 2,10%,...

Read More »