Emas Stabil US$5000: Rekomendasi Saham Emiten Emas, Peluang Investasi?

Shoesmart.co.id JAKARTA. Harga emas dunia terus menunjukkan tajinya dan bertahan di atas level psikologis baru. Data Bloomberg pada hari Selasa (27/1) mencatat, harga emas spot mencapai US$ 5.078,86 per ons troi, melonjak 1,39% pada pukul 20:57 WIB.

Kenaikan harga logam mulia ini tak pelak memicu reli pada saham-saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), misalnya, telah mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 43,61% secara year to date (ytd), mencapai posisi Rp 4.610 per Selasa (27/1/2026).

Gelombang positif juga menghampiri saham-saham Grup Merdeka. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melesat 24,4%, sementara PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tak kalah gemilang dengan kenaikan sebesar 37,77% dalam periode yang sama.

Surge (WIFI) Manfaatkan 5.000 Aset Pos Indonesia Percepat Ekspansi Internet Murah

Bahkan, saham Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), turut merasakan imbas positif dengan kenaikan sebesar 9,75%. Lonjakan serupa juga terjadi pada saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), yang naik 20,67% secara year to date.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menegaskan bahwa kenaikan harga emas menjadi katalis utama pendorong kenaikan saham-saham emiten emas.

Menurut Nico, penguatan harga emas dunia dipicu oleh beberapa sentimen penting. Salah satunya adalah ketidakpastian global yang dipicu oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada saat itu.

“Selain itu, kenaikan harga emas juga didorong oleh meningkatnya permintaan. Meskipun harganya sudah tinggi, emas dianggap sebagai aset yang relatif lebih stabil,” jelasnya kepada Kontan pada Senin (26/1/2026).

Di tengah tren kenaikan harga saham emiten emas, Nico menekankan bahwa keputusan investasi sepenuhnya bergantung pada preferensi dan profil risiko masing-masing investor. Ia mengingatkan bahwa investor akan membeli saham emiten emas, bukan emas secara fisik.

“Dengan kenaikan harga saham berbasis emas, potensi aksi profit taking selalu ada, terutama jika valuasi sudah melampaui batas yang wajar. Re-evaluasi menjadi krusial dalam situasi seperti ini,” imbuh Nico.

Oleh karena itu, Nico menyarankan investor untuk tetap berhati-hati dan cermat dalam mempertimbangkan investasi pada saham-saham yang terdampak sentimen kenaikan harga emas dunia, mengingat kenaikan harga yang sudah cukup signifikan.

Rupiah Bergerak di Bawah Rp 17.000, Ini Landasan Fundamental Tetap Stabil

Lebih lanjut, dari sekian banyak emiten emas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Nico mengungkapkan bahwa ia masih memberikan preferensi pada saham ANTM, BRMS, dan EMAS.

Ringkasan

Harga emas dunia melonjak hingga US$5.078,86 per ons troi, memicu kenaikan signifikan pada saham emiten emas di BEI. Beberapa emiten seperti ANTM, EMAS, MDKA, BRMS, dan ARCI mencatatkan kenaikan harga saham yang cukup tinggi secara year to date. Kenaikan ini didorong oleh ketidakpastian global dan meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset yang stabil.

Meskipun demikian, investor disarankan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum berinvestasi pada saham emiten emas, mengingat potensi aksi profit taking. Analis merekomendasikan untuk mencermati valuasi saham dan mempertimbangkan saham ANTM, BRMS, dan EMAS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *