KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Selasa (27/1/2026) dengan kenaikan tipis sebesar 0,05% ke level 8.980,23. Penguatan ini disertai dengan peningkatan volume pembelian, menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat di pasar. Meskipun demikian, pergerakan IHSG masih sesuai dengan proyeksi awal yang memperkirakan adanya koreksi di sesi pembukaan.
Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menjelaskan bahwa dinamika pasar saham domestik saat ini masih dipengaruhi oleh sentimen global yang beragam.
“Pergerakan IHSG masih relatif inline dengan laporan yang kami sampaikan pagi tadi. Seperti yang kami perkirakan, IHSG sempat mengalami koreksi di awal perdagangan,” ungkap Herditya kepada Kontan, Selasa (27/1/2026).
Kantongi Lisensi, Solusi Sinergi (WIFI) Siap Luncurkan IRA Internet Rakyat
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pelaku pasar saat ini tengah fokus mencermati hasil pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) yang dijadwalkan pada hari Kamis mendatang. Pasar secara umum memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya. Selain itu, penurunan tensi geopolitik di wilayah Greenland turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan pasar saham.
“Kami memperkirakan bahwa arah pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci. Di antaranya, pelaku pasar masih akan mencermati hasil FOMC Meeting yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik di Greenland juga menjadi katalis positif,” jelasnya.
Untuk perdagangan hari Rabu (28/1/2026), Herditya memproyeksikan IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan. Ia menetapkan level support di 8.923 dan level resistance di 9.023.
“Untuk besok, kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat dengan level support di 8.923 dan resistance di 9.023. Pergerakan nilai tukar rupiah juga masih berpeluang untuk menguat dan ditopang oleh sentimen positif dari harga emas dunia,” tambahnya.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, Herditya merekomendasikan beberapa saham yang layak untuk dicermati oleh investor, yaitu saham BRPT dengan kisaran harga Rp 2.840–Rp 2.960, saham INET pada rentang Rp 468–Rp 492, serta saham PGEO di area Rp 1.305-Rp 1.355.
Ringkasan
IHSG ditutup naik tipis pada Selasa (27/1/2026) dan diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan pada Rabu (28/1/2026). Penguatan IHSG dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk hasil pertemuan FOMC yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, serta meredanya ketegangan geopolitik.
MNC Sekuritas memproyeksikan support IHSG di 8.923 dan resistance di 9.023 untuk perdagangan Rabu. Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati adalah BRPT, INET, dan PGEO, dengan kisaran harga yang telah ditentukan.