Saham BUMI & SSIA Masuk MSCI Maret 2026? Cek Daftar Lengkap!

Shoesmart.co.id, JAKARTA – Pasar modal Indonesia bersiap menyambut potensi perubahan komposisi indeks MSCI. Morgan Stanley Capital International (MSCI) dijadwalkan mengumumkan hasil peninjauan (rebalancing) anggota indeks pada 10 Februari 2026, yang akan efektif berlaku pada 1 Maret 2026. Momentum ini selalu dinantikan investor karena perombakan indeks dapat memicu pergerakan dana signifikan.

Samuel Sekuritas telah merilis proyeksi mengenai saham-saham yang berpotensi menjadi penghuni baru indeks MSCI. Analis Samuel Sekuritas memprediksi ada 11 saham yang memiliki peluang kuat untuk masuk ke dalam indeks bergengsi tersebut. Rinciannya, 2 saham berpotensi masuk MSCI Indonesia Global Standard, sementara 9 saham lainnya mengincar posisi di MSCI Indonesia Small Cap.

Dua kandidat kuat untuk mengisi MSCI Indonesia Global Standard adalah PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI). Riset Samuel Sekuritas yang dipublikasikan pada 9 Januari 2026 menyoroti bahwa BUMI saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$10,3 miliar dengan tingkat free float mencapai 28,3%. Selain itu, likuiditas saham BUMI dinilai solid, tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian selama setahun terakhir yang mencapai US$36,7 juta.

Baca Juga: Menanti Tuah MSCI: Sinyal Hijau BUMI-PANI dan Tekanan Jual Emiten Terdepak

“Dengan profil tersebut, kami memperkirakan potensi aliran dana asing yang dapat masuk ke saham BUMI berada di kisaran US$180–US$300 juta apabila resmi masuk ke dalam indeks MSCI,” demikian bunyi kutipan dari riset tersebut, Selasa (27/1/2026). Angka ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.

Selanjutnya, Samuel Sekuritas juga mengulas potensi PANI. Saat ini, PANI memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$13,3 miliar dengan free float sebesar 15,9%. Meskipun likuiditas perdagangan PANI relatif lebih rendah dibandingkan BUMI, Samuel Sekuritas menilai skala kapitalisasi pasar dan struktur kepemilikan sahamnya tetap menjadikan PANI sebagai kandidat kuat dengan potensi foreign inflow yang sebanding, yakni di kisaran US$180 sampai US$300 juta.

Baca Juga: Rebalancing MSCI Kian Dekat, Cek Deretan Saham Calon Penghuni Baru

Sementara itu, persaingan untuk masuk ke MSCI Indonesia Small Cap juga tak kalah ketat. Samuel Sekuritas mengidentifikasi beberapa saham yang berpotensi menjadi bagian dari indeks ini, yaitu PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), PT Indosat Tbk. (ISAT), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA), PT Timah Tbk. (TINS), PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL), dan saham PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA).

Kesembilan saham tersebut masuk dalam radar karena dianggap telah memenuhi kriteria yang ditetapkan MSCI, meliputi kapitalisasi pasar, free float, dan likuiditas perdagangan.

Baca Juga: BEI Harap Keputusan MSCI Tak Picu Arus Dana Keluar

“Masuknya emiten-emiten ini ke dalam indeks MSCI Small Cap berpotensi mendorong peningkatan visibilitas di mata investor global, meskipun estimasi aliran dana asingnya relatif lebih terbatas dibandingkan kategori Global Standard,” jelas riset tersebut. Peningkatan visibilitas ini dapat membuka peluang baru bagi emiten untuk menarik minat investor.

Di sisi lain, proses rebalancing MSCI juga berpotensi mengeluarkan saham-saham yang sebelumnya terdaftar dalam indeks. Samuel Sekuritas menilai saham INDF menjadi salah satu emiten yang berpotensi terdampak di kategori MSCI Indonesia Global Standard. Sementara itu, beberapa saham lain seperti AALI, MIDI, ACES, dan CLEO juga berpeluang keluar dari MSCI Indonesia Small Cap.

“Potensi arus keluar dana asing dari saham-saham tersebut perlu dicermati investor, terutama menjelang periode pengumuman dan implementasi indeks,” imbau Samuel Sekuritas. Investor disarankan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan potensi risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Berikut adalah daftar saham yang berpeluang masuk MSCI periode Maret 2026 menurut Samuel Sekuritas:

No. Ticker Market Cap (US$ juta) Free Float (%) Current FF adj. (US$ juta) ADVT 1Y (US$ juta) Foreign Inflow Potential (US$ juta) Index
1 BUMI 10.339 28,3 2.924 36,7 180-300 MSCI Indonesia Global Standard
2 PANI 13.345 15,9 2.124 10,5 180-300 MSCI Indonesia Global Standard
3 DEWA 1.990 56,9 1.132 14,0 18-30 MSCI Indonesia Small Cap
4 ISAT 4.180 16,4 685 2,3 18-30 MSCI Indonesia Small Cap
5 ADMR 4.428 15,0 663 3,6 18-30 MSCI Indonesia Small Cap
6 COIN 3.512 15,0 527 15,8 18-30 MSCI Indonesia Small Cap
7 BIPI 638 75,7 482 1,6 18-30 MSCI Indonesia Small Cap
8 BUVA 2.341 19,7 462 4,5 18-30 MSCI Indonesia Small Cap
9 TINS 1.493 30,1 449 6,1 18-30 MSCI Indonesia Small Cap
10 BULL 474 65,8 312 3,8 18-30 MSCI Indonesia Small Cap
11 SSIA 517 58,5 302 4,6 18-30 MSCI Indonesia Small Cap

Ringkasan

MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil peninjauan indeks pada 10 Februari 2026, yang akan efektif pada 1 Maret 2026. Samuel Sekuritas memprediksi 11 saham berpotensi masuk indeks MSCI, dengan BUMI dan PANI sebagai kandidat kuat untuk MSCI Indonesia Global Standard. BUMI memiliki kapitalisasi pasar US$10,3 miliar dan PANI US$13,3 miliar, dengan potensi foreign inflow masing-masing di kisaran US$180-US$300 juta.

Selain itu, terdapat 9 saham yang berpotensi masuk ke MSCI Indonesia Small Cap, termasuk DEWA, ISAT, ADMR, COIN, BIPI, BUVA, TINS, BULL, dan SSIA. Masuknya saham-saham ini dapat meningkatkan visibilitas di mata investor global. Sementara itu, INDF berpotensi dikeluarkan dari MSCI Indonesia Global Standard, dan AALI, MIDI, ACES, serta CLEO berpeluang keluar dari MSCI Indonesia Small Cap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *