Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan rencana strategis untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham perusahaan. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap fluktuasi pasar yang signifikan, menunjukkan kepercayaan diri perusahaan terhadap fundamental bisnisnya.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), MBMA mengindikasikan bahwa buyback akan dilakukan dengan jumlah maksimum 1,8 miliar lembar saham. Perusahaan telah mengalokasikan dana maksimal sebesar Rp 1,7 triliun untuk aksi korporasi ini, dengan memilih mana yang tercapai lebih dahulu antara jumlah saham dan nilai dana.
Periode buyback saham ini dijadwalkan akan berlangsung mulai dari 17 Maret 2026 hingga 16 Juni 2026. Jangka waktu ini memberikan fleksibilitas bagi MBMA untuk melaksanakan pembelian kembali saham dalam kurun waktu maksimal tiga bulan sejak tanggal penerbitan Keterbukaan Informasi, yaitu 16 Maret 2026. Namun, MBMA juga memiliki opsi untuk mengakhiri periode buyback lebih awal, dengan tetap mematuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Direktur Utama Merdeka Battery Materials, Teddy Oetomo, menjelaskan bahwa inisiatif buyback ini adalah bagian integral dari strategi perusahaan dalam menavigasi dinamika pasar. Lebih lanjut, langkah ini mencerminkan keyakinan yang kuat terhadap fundamental perusahaan dan prospek jangka panjang MBMA yang menjanjikan.
“Perusahaan optimistis terhadap prospek pertumbuhan ke depan. Target produksi yang lebih tinggi di segmen pertambangan maupun hilirisasi nikel pada tahun 2026 mencerminkan momentum pengembangan operasional yang terus berlanjut,” ujar Teddy Oetomo dalam keterangan resmi yang dirilis pada Senin (16/3/2026). Pernyataan ini menegaskan komitmen MBMA untuk terus meningkatkan kinerja dan nilai bagi para pemegang saham.
MBMA telah menunjukkan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun 2025 dan memproyeksikan pertumbuhan berkelanjutan, terutama di tahun 2026. Optimisme ini didukung oleh berbagai inisiatif strategis yang telah dan akan diimplementasikan.
Di sektor hilir nikel, MBMA menargetkan produksi High Grade Nickel Matte sebesar 44.000-48.000 ton pada tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan realisasi produksi tahun 2025 yang mencapai 19.998 ton. Peningkatan target ini mencerminkan ambisi perusahaan untuk menjadi pemain kunci dalam industri pengolahan nikel.
Selain peningkatan produksi, MBMA juga berfokus pada efisiensi operasional. Perusahaan terus berupaya memperkuat struktur biaya operasional, yang terbukti dengan penurunan biaya tunai NPI sebesar 9% secara tahunan (year on year/YoY) selama tahun 2025.
Lebih lanjut, MBMA telah memulai pengoperasian Feed Preparation Plant (FPP) untuk mengirim slurry limonit melalui jalur pipa dari tambang SCM. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi HPAL PT ESG New Energy Material yang berlokasi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Integrasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja operasional secara keseluruhan.
Untuk ke depannya, MBMA melalui PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) menargetkan proyek HPAL dengan kapasitas target 90.000 ton per tahun. Proyek ini diharapkan mulai beroperasi untuk train pertamanya pada semester II-2026, menandai langkah penting dalam ekspansi bisnis MBMA.
Keyakinan terhadap prospek MBMA tercermin jelas dalam rencana buyback saham ini. Dengan fondasi operasional yang semakin kokoh dan berbagai proyek yang mulai memasuki tahap produksi, MBMA optimistis dapat mencapai kinerja yang gemilang di tahun 2026.
Ringkasan
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham perusahaan dengan alokasi dana maksimal Rp 1,7 triliun untuk 1,8 miliar lembar saham. Buyback ini merupakan respons terhadap fluktuasi pasar dan menunjukkan kepercayaan diri perusahaan terhadap fundamental bisnisnya serta prospek jangka panjang.
Periode buyback dijadwalkan mulai 17 Maret 2026 hingga 16 Juni 2026, meskipun MBMA memiliki opsi untuk mengakhiri lebih awal. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam menavigasi dinamika pasar dan mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan ke depan, termasuk target produksi High Grade Nickel Matte sebesar 44.000-48.000 ton pada tahun 2026 serta pengoperasian proyek HPAL.