KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah emiten di sektor ritel berhasil mencatatkan kinerja positif selama kuartal I-2026.
Berdasarkan riset Kontan, PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) menjadi peritel dengan pertumbuhan laba bersih tertinggi, melonjak hingga 220,65% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 87,01 miliar pada kuartal I-2026. Lonjakan ini menempatkan HERO sebagai bintang di antara emiten ritel lainnya.
Menyusul HERO, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan kenaikan laba sebesar 122,73% yoy menjadi Rp 452,71 miliar. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) juga tak kalah gemilang dengan pertumbuhan 38,41% yoy menjadi Rp 470,57 miliar. Sementara itu, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 34,77% menjadi Rp 256,57 miliar.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turut meramaikan daftar dengan mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 32,98% menjadi Rp 628,03 miliar. Kinerja positif ini semakin mengukuhkan posisi MAPI sebagai salah satu pemain utama di sektor ritel.
Saham KAQI Melesat 56% Seminggu, Investor Ritel Wajib Profil Emiten Ini
Emiten ritel lainnya juga menunjukkan performa yang menggembirakan. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) mencatat pertumbuhan 15,48% yoy, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 10,29% yoy, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) meningkat 7,57% yoy.
Tak hanya itu, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), emiten ritel dari Grup Lippo, juga berhasil membalikkan keadaan dengan mencatatkan laba sebesar Rp 1,6 miliar, setelah sebelumnya mengalami kerugian. Pembalikan ini menjadi sinyal positif bagi kinerja MPPA ke depannya.
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry, menjelaskan bahwa kinerja impresif emiten ritel pada kuartal I-2026 didorong oleh kombinasi faktor siklikal dan struktural.
Dari sisi musiman, momentum Ramadan dan Lebaran menjadi pendorong utama, terutama untuk segmen fast moving consumer goods (FMCG), fesyen, dan produk gaya hidup. Permintaan yang tinggi selama periode tersebut memberikan dampak signifikan pada penjualan emiten ritel.
Emiten Telekomunikasi: Berkah Ramadan 2026, Cuan Besar Menanti?
Namun, selain faktor musiman, terdapat faktor lain yang juga berperan penting.
MPPA Chart by TradingView
Pertama, daya beli masyarakat yang relatif stabil, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih solid di atas 5%. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor ritel.
Kedua, strategi efisiensi dan optimalisasi margin yang diterapkan oleh banyak peritel sejak 2024–2025 mulai membuahkan hasil. Efisiensi ini memungkinkan pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan.
Ketiga, pergeseran pola konsumsi ke produk yang lebih value for money juga menguntungkan pemain-pemain tertentu seperti MAPI dan MIDI yang memiliki posisi kuat di segmen middle market. Konsumen semakin cerdas dalam memilih produk yang sesuai dengan anggaran mereka.
Selain itu, emiten seperti ERAA juga diuntungkan oleh siklus produk baru seperti gadget yang mendorong volume penjualan. Peluncuran produk baru yang menarik minat konsumen memberikan kontribusi positif terhadap kinerja ERAA.
Daya Beli Naik Saat Ramadan Potensi Dongkrak Kinerja Emiten Ritel
“Untuk keberlanjutan kinerja, menurut saya kuartal II masih berpotensi cukup baik, meskipun tidak sekuat kuartal I karena efek musiman mulai mereda,” kata Elandry kepada Kontan, Selasa (5/5/2026). Meskipun tidak sekuat kuartal I, kuartal II tetap diharapkan memberikan kontribusi positif bagi sektor ritel.
Secara keseluruhan hingga akhir 2026, sektor ritel masih berpotensi mencatat pertumbuhan positif, namun dengan laju yang lebih normal. Stabilitas inflasi, potensi penurunan suku bunga global, serta konsumsi domestik yang tetap menjadi tulang punggung ekonomi menjadi sentimen positif bagi sektor ini.
Sementara itu, sentimen pemberat yang perlu dicermati adalah potensi pelemahan daya beli kelas menengah, fluktuasi nilai tukar, serta tekanan margin jika terjadi kenaikan biaya operasional. Faktor-faktor ini dapat memengaruhi kinerja emiten ritel di masa mendatang.
Kinerja Emiten Grup Triputra Moncer, Simak Rekomendasi Sahamnya
Dari sisi harga saham, sebagian besar emiten ritel sebenarnya sudah mulai merefleksikan perbaikan kinerja tersebut, terutama saham-saham yang lebih likuid dan menjadi pemimpin pasar. Investor telah merespons positif kinerja emiten ritel dengan meningkatkan kepemilikan saham.
Namun demikian, kenaikannya cenderung tidak merata, sehingga masih terdapat peluang di beberapa saham yang secara valuasi masih relatif lagging. Dalam kondisi seperti ini, pasar terlihat lebih selektif dan berbasis pada kualitas pertumbuhan laba. Investor semakin cermat dalam memilih saham emiten ritel yang memiliki fundamental kuat.
Untuk rekomendasi, pendekatannya saat ini lebih tepat selektif dan berbasis segmentasi. Saham seperti ACES dan AMRT cenderung defensif dengan pertumbuhan stabil, sementara ERAA menawarkan growth story yang lebih agresif namun dengan volatilitas lebih tinggi. Pilihan saham tergantung pada profil risiko dan preferensi investor.
Untuk pemain gaya hidup seperti MAPI, katalis masih datang dari ekspansi jenama dan pemulihan konsumsi discretionary. Ekspansi dan pemulihan konsumsi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan MAPI.
“Secara umum, strategi yang lebih optimal di sektor ini adalah buy on weakness pada saham dengan fundamental kuat, sambil tetap memperhatikan momentum konsumsi domestik. Target harga cenderung akan mengikuti revisi naik dari konsensus jika kinerja semester I mampu menjaga tren positif,” jelasnya. Strategi investasi yang tepat dapat membantu investor meraih keuntungan optimal di sektor ritel.
Kinerja AMRT Kuartal I-2026 Moncer, Laba Bersih Tembus Rp 1,07 Triliun
Elandry juga merekomendasikan sejumlah saham yang menarik dicermati dalam jangka menengah hingga panjang, antara lain ACES di target area Rp 450-Rp 500, MAPI Rp 1.300-Rp 1.450, AMRT Rp 1.600-Rp 1.700 dan ERAA Rp 500-Rp 525 per saham. Rekomendasi ini dapat menjadi panduan bagi investor dalam memilih saham emiten ritel yang berpotensi memberikan keuntungan di masa depan.
Ringkasan
Pada kuartal I-2026, sektor ritel mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada beberapa emiten. HERO mencatat pertumbuhan laba tertinggi, diikuti oleh ERAA, MAPA, dan MIDI. Kinerja ini didorong oleh faktor musiman seperti Ramadan dan Lebaran, serta daya beli masyarakat yang stabil dan efisiensi operasional yang diterapkan oleh perusahaan ritel.
Analis merekomendasikan pendekatan selektif dalam memilih saham ritel, dengan mempertimbangkan profil risiko dan preferensi investor. Saham seperti ACES dan AMRT dianggap defensif, sementara ERAA menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih agresif. Strategi *buy on weakness* pada saham dengan fundamental kuat disarankan, dengan memperhatikan momentum konsumsi domestik. Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain ACES, MAPI, AMRT, dan ERAA dengan target harga tertentu.