Rekomendasi Saham 5 Mei: IHSG Melemah? Cek Pilihan Terbaik!

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan potensi koreksi pada perdagangan hari ini, 5 Mei 2026. Sentimen campuran dari global dan domestik masih mewarnai pergerakan pasar saham Indonesia.

Sebagai informasi, pada hari Senin, 4 Mei 2026, IHSG berhasil ditutup dengan kenaikan tipis sebesar 0,22% ke level 6.971,95. Kenaikan ini juga diiringi dengan peningkatan volume transaksi, menunjukkan adanya aktivitas perdagangan yang cukup tinggi.

Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menjelaskan bahwa pergerakan IHSG sejalan dengan tren positif yang terjadi di sebagian besar bursa Asia. Faktor pendorong dari dalam negeri adalah rilis data inflasi yang menunjukkan perlambatan serta neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus.

“Pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang menguat. Selain itu, sentimen positif juga didorong oleh rilis data inflasi Indonesia yang relatif melandai dan neraca perdagangan yang masih surplus,” ujar Herditya kepada Kontan, Senin (4/5/2026).

Namun, laju IHSG juga dibayangi oleh tekanan dari beberapa saham tertentu. Koreksi signifikan pada saham GOTO, dipicu oleh penandatanganan peraturan presiden terkait aplikator dan pengemudi, turut memengaruhi sentimen pasar.

Untuk perdagangan hari ini, Herditya memprediksi bahwa IHSG masih berpotensi mengalami tekanan koreksi. “IHSG rawan terkoreksi dengan level support di 6.923 dan resistance di 7.033,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herditya menambahkan bahwa pelaku pasar akan mengamati dengan seksama sejumlah sentimen penting. Ini termasuk rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia, perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pasar, serta pergerakan nilai tukar rupiah yang masih menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, Nafan Aji Gusta, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, memberikan analisis teknikal bahwa IHSG mulai menunjukkan potensi *rebound*, meskipun indikator-indikator teknikal belum sepenuhnya mengonfirmasi sinyal penguatan.

“IHSG berada dalam kondisi *oversold* berdasarkan indikator RSI dan berhasil melakukan *rebound* dari *wave* B. Namun, indikator RSI dan Stochastics masih menunjukkan sinyal negatif dengan volume yang meningkat,” jelas Nafan.

Nafan memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak dalam rentang *support* di 6.917 dan 6.684, serta *resistance* di 7.119 dan 7.244 untuk perdagangan hari ini (5/5/2026).

Ia menyarankan para investor untuk lebih selektif dalam memilih saham, terutama saham-saham yang memiliki fundamental yang solid, berada dalam kondisi *undervalued*, serta menunjukkan indikasi pembalikan arah (*reversal*).

“Investor juga perlu menerapkan manajemen risiko secara disiplin di tengah dinamika pasar yang penuh tantangan saat ini,” tambahnya.

Untuk strategi perdagangan jangka pendek, Herditya merekomendasikan beberapa saham yang layak untuk dicermati, di antaranya adalah SRTG di kisaran Rp1.865-Rp1.955, PTBA Rp3.020-Rp3.120, serta SMGA di area Rp108-Rp113.

Ringkasan

IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan potensi koreksi pada 5 Mei 2026, dipengaruhi sentimen campuran dari global dan domestik. Meskipun IHSG ditutup menguat tipis pada hari sebelumnya, tekanan dari saham tertentu seperti GOTO dan pelemahan rupiah menjadi perhatian. Investor disarankan untuk mencermati data PDB Indonesia dan perkembangan geopolitik.

Analis merekomendasikan investor untuk selektif memilih saham dengan fundamental solid dan potensi reversal, serta menerapkan manajemen risiko yang disiplin. Beberapa saham yang direkomendasikan untuk perdagangan jangka pendek antara lain SRTG, PTBA, dan SMGA. Support dan resistance IHSG berada di level yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *