
Shoesmart.co.id – , JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja solid hingga kuartal I 2026. Pencapaian ini diraih, kata Dirut BNI Putrama Wahyu Setyawan, di tengah ketidakpastian global dan kondisi geopolitik terutama perang di Timur Tengah yang mempengaruhi pergerakan harga minyak, meningkatkan inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara.
“Secara domestik, BNI memandang bauran kebijakan baik moneter maupun fiskal menjadi buffer penting bagi perekonomian nasional,” kata Putrama, dalam rilis pers Rabu (29/4/206).
Dari sisi moneter, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) berada di level yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas. Terakhir BI Rate kembali dipatok di level 4,75 persen.
Selain itu, BI juga menerbitkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang penting untuk menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha di tengah tekanan global.
Sementara dari aspek kebijakan fiskal, lanjut Putrama, pemerintah memberikan stimulus seperti bantuan sosial, subsidi energi serta dukungan bagi sektor usaha untuk melindungi daya beli masyarakat dan menopang konsumsi domestik sebagai motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi.
Selain dari sisi konsumtif, pemerintah juga fokus pada belanja produktif yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional. Industri perbankan tetap berada di posisi yang kuat dalam menjaga motor penggerak ekonomi nasional ke depannya.
“Menghadapi dinamika tersebut, BNI optimis mampu menunjukkan ketahanan fundamental solid,” kata Putrama.
Ia memastikan kondisi permodalan dan likuiditas kuat, kualitas aset yang tetap resilien diiringi oleh level pencadangan yang memadai untuk menjaga profil risiko tetap terjaga. Selain itu, Putrama menegaskan, BNI senantiasa tetap menerapkan langkah antisipatif dan kesigapan untuk memastikan dapat melewati ketidakpastian kondisi global yang masih berlangsung ini.
“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” ujar Putrama.
Peran Strategis dalam Mendorong Ekonomi Nasional
Putrama menambahkan, BNI sebagai bank nasional yang memiliki kapabilitas global menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sejalan dengan prioritas pemerintah dan Asta Cita, kontribusi tersebut difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi desa, serta sektor riil yang menjadi penggerak utama penciptaan lapangan kerja dan pembangunan daerah.
Peran tersebut diwujudkan melalui pembiayaan yang terarah, penguatan layanan keuangan, serta optimalisasi digitalisasi guna memastikan program pembangunan berjalan efektif dan berdampak luas.
Dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BNI berperan dengan menghadirkan solusi transaksi digital melalui Virtual Account dan BNIdirect untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Pada Program Sekolah Rakyat, BNI menyediakan layanan perbankan digital yang terintegrasi, termasuk pembukaan rekening bagi siswa dan tenaga pendidik, serta penguatan ekosistem keuangan melalui Agen46.
Di sisi lain, dukungan terhadap UMKM, koperasi, dan desa juga terus diperkuat melalui pembiayaan untuk program KDMP yang terhubung dengan Agen46, serta partisipasi dalam Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran KPR FLPP.
“BNI akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus memperkuat peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Putrama.