CBDK Catat Kenaikan Laba Fantastis 47,52% di 2025!

Shoesmart.co.id JAKARTA. Kabar baik datang dari PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), emiten properti milik Sugianto Kusuma alias Aguan, yang berhasil mencetak kinerja gemilang dengan lonjakan laba bersih sepanjang tahun 2025.

Perseroan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,36 triliun pada tahun 2025. Angka ini melesat 47,52% dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp 924 miliar.

Kenaikan pendapatan neto menjadi mesin utama pendorong kinerja CBDK di tahun lalu. Tercatat, pendapatan neto mengalami peningkatan sebesar 11,32% secara tahunan (YoY), menjadi Rp 2,50 triliun di tahun 2025.

Rupiah Tembus ke Rp 17.000 per Dolar AS di Tengah Hari Ini (16/3)

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengungkapkan bahwa kinerja positif ini juga didukung oleh peningkatan profitabilitas yang solid. Margin laba kotor perseroan mencapai 66%, sementara margin laba bersih meningkat signifikan menjadi 54%. Hal ini, menurutnya, mencerminkan kualitas pendapatan yang semakin kuat.

“Pencapaian ini didukung oleh komposisi produk yang semakin optimal serta kemampuan CBDK dalam memonetisasi portofolio aset dan pengembangan kawasan, seiring meningkatnya kontribusi produk dengan margin tinggi di kawasan PIK2, khususnya di distrik bisnis CBD PIK2,” jelasnya dalam keterbukaan informasi pada tanggal 13 Maret 2026.

Adapun produk-produk yang diserahterimakan kepada konsumen sepanjang tahun 2025 meliputi SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, dan Rukan Asia Afrika.

Hingga 31 Desember 2025, total aset CBDK tercatat sekitar Rp23 triliun. Steven Kusumo menegaskan bahwa angka ini mencerminkan fondasi keuangan CBDK yang kokoh dalam mendukung pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

“Struktur neraca yang solid ini memberikan fleksibilitas bagi CBDK untuk terus mengembangkan proyek-proyek strategis serta mengoptimalkan nilai kawasan di PIK2 seiring meningkatnya aktivitas bisnis dan komersial di kawasan tersebut,” imbuhnya.

Kinerja Summarecon Agung (SMRA) Terkoreksi di 2025, Laba Bersih Menyusut 44,18%

Sebagai bagian dari strategi pengembangan jangka panjang, CBDK saat ini mengelola cadangan lahan (landbank) seluas sekitar 702 hektare. Lahan ini menjadi modal utama bagi pengembangan berbagai proyek residensial dan komersial di kawasan PIK2.

Dengan landbank yang luas tersebut, CBDK memiliki visibilitas pengembangan jangka panjang sekaligus fleksibilitas untuk mendukung pipeline proyek masa depan serta mengoptimalkan monetisasi aset secara berkelanjutan.

Sejalan dengan strategi pengembangan kawasan terpadu, CBDK telah membangun proyek Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang mulai beroperasi pada akhir tahun 2025.

“Proyek ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis, pariwisata, dan gaya hidup di PIK2,” kata Steven Kusumo.

Menatap ke depan, CBDK optimistis bahwa pengembangan kawasan PIK2 akan terus menciptakan nilai ekonomi yang signifikan seiring dengan semakin berkembangnya ekosistem kawasan yang terintegrasi.

CBDK Chart by TradingView

Lebih lanjut, Steven Kusumo menjelaskan bahwa pengembangan kawasan yang terintegrasi menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tarik kawasan PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis baru.

“Kami optimistis PIK2 akan terus tumbuh sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi baru di wilayah pesisir utara Jakarta,” pungkasnya.

Ringkasan

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan kinerja positif di tahun 2025 dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,36 triliun, meningkat 47,52% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan pendapatan neto sebesar 11,32% menjadi Rp 2,50 triliun serta peningkatan profitabilitas dengan margin laba kotor 66% dan margin laba bersih 54%.

Kinerja positif ini didukung oleh komposisi produk yang optimal, kemampuan monetisasi portofolio aset, dan pengembangan kawasan di PIK2, khususnya di distrik bisnis CBD PIK2. CBDK juga memiliki landbank seluas sekitar 702 hektare dan telah membangun Nusantara International Convention Exhibition (NICE) untuk memperkuat ekosistem bisnis di PIK2, serta optimis PIK2 akan terus berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *