JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memberlakukan kebijakan baru yang signifikan mulai April 2026, yaitu peningkatan batas minimum saham beredar bebas atau free float menjadi 15%. Kebijakan ini menuntut sejumlah emiten untuk menyesuaikan diri, salah satunya adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), yang saat ini masih berada di bawah ambang batas ketentuan tersebut.
Per Rabu (3/6/2026), rasio free float saham BRIS tercatat pada level 9,33%. Untuk emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 5 miliar, termasuk BRIS, BEI telah menetapkan tenggat waktu penyesuaian hingga 31 Maret 2028, memberikan waktu yang cukup bagi perseroan untuk memenuhi persyaratan baru ini.
Menanggapi ketentuan tersebut, Direktur Manajemen Risiko BSI, Grandhis Helmi Harumansyah, menyatakan bahwa BRIS sebagai bank pemerintah masih menunggu arahan dari Danantara. Danantara berperan sebagai pemegang kuasa dan pemegang saham utama dalam upaya peningkatan jumlah saham BRIS yang dilepas ke publik.
“Kami mengikuti arahan dari Danantara sebagai pemegang kuasa, pemegang saham. Jadi nanti pasti kami akan diskusi terus dengan Danantara dan juga para pemegang saham,” jelas Grandhis kepada Kontan belum lama ini, mengindikasikan bahwa proses penyesuaian akan dilakukan melalui koordinasi erat.
Sembari menantikan rencana konkret terkait penambahan free float, Grandhis menegaskan bahwa BRIS berkomitmen untuk terus memacu pertumbuhan kinerjanya. Dengan fondasi kinerja yang solid dan berkelanjutan, diharapkan harga saham BRIS akan turut terangkat, memberikan nilai tambah bagi para investornya.
Grandhis menambahkan, “Kita memastikan bahwa kinerja perseroan tetap dalam batas-batas risiko yang terjaga. Investor kan pasti akan melihat kinerja perseroan.” Untuk menjaga performa ini, BRIS secara konsisten melakukan stress test, sebuah upaya yang membuat Grandhis optimistis akan prospek kinerja cemerlang bank syariahnya di masa depan.
Dalam perdagangan bursa hari ini, Rabu (3/6/2026) pukul 10.30 WIB, harga saham BRIS terpantau berada di Rp 19.200, menunjukkan sedikit penurunan sebesar 1,29% dari harga penutupan pada hari sebelumnya.