Harga saham anjlok 31%, perusahaan nikel (INCO) akan bayar dividen Rp 800 M lebih

Para investor PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang sempat dihadapkan pada tekanan akibat anjloknya harga saham perusahaan produsen nikel terintegrasi ini, kini dapat bernapas lega. Sebuah dividen tunai senilai lebih dari Rp 800 miliar akan segera dibayarkan menjelang akhir Juni 2026, menjadi penyejuk di tengah volatilitas pasar.

Persetujuan pembagian dividen ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara hybrid pada Selasa, 2 Juni 2026. Dividen tunai sebesar US$ 45.638.211 tersebut merepresentasikan rasio pembayaran 60% dari laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2025. Distribusi dividen saham INCO ini akan dilakukan kepada para pemegang saham yang tercatat hingga tanggal pencatatan 12 Juni 2026, dengan jadwal pembayaran ditetapkan pada 26 Juni 2026.

Terlepas dari gejolak pasar yang menekan harga saham INCO, kinerja keuangan PT Vale Indonesia Tbk sepanjang tahun 2025 justru menunjukkan ketahanan yang solid. Perusahaan berhasil membukukan peningkatan laba bersih sebesar 32% menjadi US$ 76 juta. Capaian positif ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 4% yang mencapai US$ 990 juta, EBITDA sebesar US$ 228 juta, serta unit cash cost of sales nikel matte yang tetap terkendali. Ini menegaskan fundamental operasional yang kuat di balik perusahaan.

Harga Saham INCO Anjlok

Pembayaran dividen ini memang ibarat oase di tengah gurun bagi para investor yang sedang menghadapi tekanan berat akibat penurunan harga saham INCO. Pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, saham PT Vale Indonesia Tbk tercatat stagnan di level Rp 4.730. Namun, perlu dicatat bahwa dalam 30 hari perdagangan terakhir, harga saham INCO telah anjlok signifikan sebesar 31,20%, atau menyusut hingga 2.145 poin, menambah kekhawatiran di kalangan pemegang saham.

Menanggapi dinamika pasar dan performa perusahaan, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan komitmen perusahaan. Ia menyatakan bahwa di tengah tantangan industri nikel global, INCO berhasil mempertahankan kinerja operasional yang kokoh, memperkuat profitabilitas, serta terus melanjutkan transformasi menuju perusahaan tambang mineral kritis yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Irmanto menambahkan, “Dividen yang kami tetapkan hari ini, ditambah dengan kemajuan proyek-proyek HPAL kami, menjadi cerminan keyakinan mendalam kami terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon yang bertanggung jawab, krusial bagi transisi energi global.”

Selain keputusan dividen, RUPST PT Vale Indonesia Tbk juga menyetujui alokasi sisa laba bersih sebagai laba ditahan, yang akan dialokasikan untuk mendukung pengembangan dan ekspansi perusahaan di masa depan. Dari aspek tata kelola, RUPST menerima pengunduran diri Emily Olson sebagai Wakil Presiden Komisaris dan Christopher McCleave sebagai Komisaris, seraya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka. Sebagai respons, para pemegang saham sepakat menunjuk Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, Patricia Renee Pegues sebagai Komisaris, dan Adam MacMillan sebagai Komisaris baru. Perubahan ini digarisbawahi sebagai langkah strategis INCO untuk memperkuat fondasi kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, dan mampu merespons tantangan industri mineral kritis yang kian dinamis, serta memastikan keberlanjutan transformasi dan proyek-proyek strategis perusahaan.

Dengan pengangkatan ini, susunan lengkap Direksi dan Dewan Komisaris INCO sebagai berikut:

Dewan Direksi :

  • Presiden Direktur dan Chief Executive Officer : Bernardus Irmanto
  • Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer : Abu Ashar
  • Direktur dan Chief Human Capital Officer : Heriyanto Agung Putra
  • Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer : Budiawansyah
  • Direktur dan Chief Financial Officer : Rizky Andhika Putra
  • Direktur dan Chief Project Officer : Muhammad Asril
  • Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer : Slamet Sugiharto

Dewan Komisaris :

  • Presiden Komisaris : F.S. Multhazar
  • Wakil Presiden Komisaris : Kristina Gauthier
  • Komisaris : Patricia Renee Pegues
  • Komisaris : Adam MacMillan
  • Komisaris : M. Jasman Panjaitan
  • Komisaris : Katherina Anggela Oendun
  • Komisaris : Shiro Imai
  • Komisaris Independen : Rudiantara
  • Komisaris Independen : Retno Marsudi
  • Komisaris Independen : Marita Alisjahbana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *