Shoesmart.co.id – JAKARTA. Kabar baik bagi para investor PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)! Setelah mendapatkan lampu hijau dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pekan lalu, BCA mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai fantastis.
Dalam aksi korporasi ini, BCA telah menyiapkan amunisi hingga Rp 5 triliun untuk membeli kembali saham perseroan yang beredar di pasar. Langkah strategis ini dilakukan di tengah fluktuasi harga saham BBCA dalam beberapa waktu terakhir.
Kredit Konstruksi Terus Menanjak, Analis Sebut Efek Program Pembangunan
Menurut EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, aksi buyback ini bertujuan untuk menopang stabilitas pasar modal Indonesia. “Aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka mendukung stabilitas harga saham di Bursa Efek Indonesia yang sejalan dengan kebijakan dan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan,” jelas Hera kepada Kontan.co.id, Jumat (13/3/2026).
Lebih lanjut, Hera memastikan bahwa jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh BCA tidak akan melebihi 10% dari total saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian, porsi saham yang beredar di publik (free float) setelah buyback akan tetap terjaga di atas 7,5% dari total saham tercatat.
Selain berfungsi sebagai jangkar untuk menstabilkan harga saham, aksi buyback ini juga dipandang sebagai sinyal positif bagi para investor. Langkah ini mencerminkan kepercayaan diri manajemen terhadap fundamental perusahaan yang solid serta prospek jangka panjang perseroan yang cerah.
Naik 8,6%, Jumlah Tertanggung Industri Asuransi Jiwa 168,03 Juta Orang pada 2025
“Buyback dilakukan sebagai bentuk komitmen BCA dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap fundamental BCA,” imbuh Hera. Komitmen ini menegaskan posisi BCA sebagai salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia.
BCA bukanlah satu-satunya raksasa perbankan yang mengambil langkah serupa. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk baru-baru ini juga mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai mencapai Rp 905 miliar.
Sebelumnya, dua bank besar lainnya, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, telah lebih dulu menjalankan aksi buyback secara bertahap sejak akhir tahun lalu. Fenomena ini menunjukkan komitmen industri perbankan dalam menjaga stabilitas pasar modal dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
BBCA Chart by TradingView
Ringkasan
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan melakukan buyback saham senilai Rp 5 triliun setelah mendapat persetujuan RUPST. Aksi korporasi ini bertujuan untuk menstabilkan harga saham BBCA di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 10% dari total saham tercatat.
Menurut EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, buyback ini juga merupakan bentuk komitmen BCA dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan. Selain BBCA, beberapa bank besar lain seperti BNI, BRI, dan Bank Mandiri juga telah atau akan melakukan aksi buyback saham.