ADRO Buyback Rp4 Triliun: Peluang Investasi & Rekomendasi Saham

Shoesmart.co.id, JAKARTA – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), perusahaan yang terafiliasi dengan konglomerat Garibaldi Thohir, kembali mengumumkan aksi korporasi. Kali ini, ADRO berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal mencapai Rp 4 triliun.

Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari total modal yang ditempatkan perusahaan.

Untuk merealisasikan rencana strategis ini, ADRO akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 17 April 2026. Jika rencana buyback ini disetujui oleh para pemegang saham, maka aksi korporasi tersebut akan dimulai pada tanggal 20 April 2026.

Harga Minyak WTI Turun, Izin Ekspor Rusia Picu Pasokan Tambahan

“Pembelian kembali saham akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) secara bertahap dalam jangka waktu maksimal 12 bulan,” demikian pernyataan manajemen ADRO dalam keterbukaan informasi pada hari Rabu, 11 Maret 2026.

Manajemen ADRO berharap aksi buyback saham ini dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham ADRO, sehingga harga saham perusahaan dapat lebih mencerminkan fundamental yang sebenarnya. Selain itu, buyback saham diharapkan memberikan imbal balik yang positif bagi para pemegang saham, meningkatkan kepercayaan investor, dan memastikan harga saham perusahaan sejalan dengan kondisi fundamental perusahaan.

ADRO juga meyakini bahwa pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Saldo laba dan arus kas perusahaan saat ini dinilai cukup untuk mendanai pelaksanaan buyback saham.

Sebagai informasi tambahan, ADRO cukup sering melakukan aksi buyback saham. Pada periode 16 Mei 2025 hingga 2 Juni 2025, ADRO telah melakukan buyback saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Pada periode tersebut, ADRO berhasil membeli kembali 33 juta saham, atau sekitar 0,11% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan.

Selanjutnya, dari tanggal 3 Juni 2025 hingga 28 Februari 2026, ADRO kembali melaksanakan buyback saham sebanyak 556.195.200 lembar saham, atau setara dengan 1,89% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, berpendapat bahwa frekuensi buyback saham yang dilakukan ADRO mengindikasikan bahwa manajemen perusahaan menilai sahamnya masih undervalued. Pelaksanaan buyback juga dianggap sebagai langkah efektif untuk memberikan dukungan psikologis di tengah volatilitas pasar saham dan pasar komoditas batu bara.

“Alokasi dana untuk buyback dipastikan akan memberikan sentimen positif dan menahan risiko penurunan harga saham,” ujar Wafi pada hari Jumat, 13 Maret 2026.

WIKA Beton (WTON) Targetkan Kontrak Baru Rp 5 Triliun, Optimalkan Pabrik Eksisting

Selain itu, masifnya aksi buyback saham juga mencerminkan bahwa ADRO memiliki arus kas yang kuat dan neraca yang likuid. Hal ini memungkinkan mereka untuk mendanai buyback saham tanpa mengorbankan pembagian dividen reguler atau biaya operasional inti.

Meskipun demikian, penggunaan kas internal dalam jumlah besar untuk buyback saham tetap mengandung risiko. Dalam hal ini, fleksibilitas pendanaan korporasi bagi ADRO untuk agenda diversifikasi bisnis dan ekspansi transisi energi hijau jangka panjang dapat terpengaruh.

Wafi merekomendasikan saham ADRO dengan target harga Rp 2.800 per saham.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa keberhasilan buyback saham ADRO akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola anggaran yang berasal dari kas internal.

“Diharapkan penggunaan kas internal untuk buyback tidak mengganggu alokasi untuk biaya operasional dan investasi perusahaan,” kata Nafan pada hari Jumat (12/3). Nafan sendiri merekomendasikan hold saham ADRO dengan target harga Rp 2.550 per saham.

Ringkasan

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp 4 triliun, dengan jumlah saham yang dibeli tidak melebihi 10% dari modal ditempatkan. RUPSLB akan diadakan pada 17 April 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham, dan buyback diharapkan dimulai pada 20 April 2026 melalui BEI secara bertahap dalam 12 bulan.

Manajemen ADRO meyakini buyback akan meningkatkan likuiditas, harga saham, kepercayaan investor, dan mencerminkan fundamental perusahaan yang sebenarnya, tanpa berdampak negatif pada kinerja keuangan. Korea Investment & Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham ADRO dengan target harga Rp 2.800, sementara Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan hold dengan target harga Rp 2.550, dengan catatan pengelolaan anggaran buyback tidak mengganggu operasional dan investasi perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *