JAKARTA, Shoesmart.co.id — PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten kendaraan listrik dari Grup Bakrie, tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat permodalannya. Perusahaan berencana menggelar aksi korporasi berupa penambahan modal melalui mekanisme rights issue, atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 21,87 miliar saham baru.
Indah Permatasari Saugi, Chief of Corporate Affairs VKTR, menjelaskan bahwa pelaksanaan PMHMETD I ini akan sepenuhnya mengacu pada ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait HMETD.
“Perseroan berencana menerbitkan maksimal 21.875.000.000 saham baru dari portepel Perseroan. Saham-saham ini nantinya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Indah dalam keterbukaan informasi, Jumat (10/4/2026).
Lebih lanjut, Indah menambahkan bahwa realisasi rights issue ini masih menunggu restu dari para pemegang saham yang akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Mei 2026. Selain itu, efektivitas aksi korporasi ini juga bergantung pada pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Detail mengenai jumlah final saham baru yang akan diterbitkan dan harga pelaksanaan rights issue akan diumumkan kemudian dalam prospektus resmi kepada para pemegang saham.
Lantas, bagaimana dana hasil rights issue ini akan dimanfaatkan? Indah menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perseroan serta mendukung ekspansi bisnis, termasuk melalui penyertaan modal kepada entitas anak perusahaan.
“Dana yang diperoleh dari PMHMETD I, setelah dikurangi biaya-biaya, akan dialokasikan untuk tambahan modal kerja Perseroan dan penyertaan modal ke perusahaan anak. Tujuannya adalah untuk mendukung pengembangan bisnis Perseroan dan perusahaan anak di masa depan,” jelas Indah.
Perseroan juga membuka peluang untuk menyesuaikan penggunaan dana sesuai dengan dinamika bisnis dan kebutuhan strategis di masa mendatang. VKTR meyakini bahwa aksi korporasi ini akan berdampak positif bagi struktur permodalan dan mendorong pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
“Perseroan memperkirakan bahwa rencana penambahan modal dengan memberikan HMETD akan memberikan pengaruh positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi Perseroan,” imbuhnya.
Pelaksanaan rights issue ini ditargetkan rampung pada kuartal III/2026, dengan tetap memperhatikan ketentuan bahwa jangka waktu antara persetujuan RUPSLB dan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak melebihi 12 bulan.
Baca Juga: Pabrik Diresmikan Prabowo, Saham VKTR Melaju Hijau
Baca Juga: Pabrik Kendaraan Listrik VKTR Mampu Produksi 3.000 Unit per Tahun
VKTR TEKNOLOGI MOBILITAS TBK – TradingView
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 21,87 miliar saham baru melalui mekanisme rights issue (HMETD). Penerbitan saham baru ini bertujuan untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi bisnis perusahaan, termasuk penyertaan modal kepada entitas anak perusahaan.
Realisasi rights issue ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang akan diadakan pada 19 Mei 2026 serta pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya-biaya, akan dialokasikan untuk tambahan modal kerja dan penyertaan modal pada anak perusahaan. Pelaksanaan rights issue ini ditargetkan selesai pada kuartal III/2026.