Cermati prediksi IHSG dan rekomendasi saham di awal pekan depan

Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 0,17% ke level 7.634 pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026). Capaian ini menandai kinerja positif sepanjang sepekan, dengan IHSG melaju impresif sebesar 2,35%.

Menurut Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas, penguatan signifikan IHSG dalam sepekan terakhir ini tidak terlepas dari lonjakan volume pembelian yang terjadi di pasar. Ia menambahkan, para investor secara cermat terus memantau perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang hingga kini masih mencari titik temu. Selain itu, kinerja IHSG turut dipengaruhi oleh dinamika pergerakan harga komoditas. Emas menunjukkan penguatan, sementara harga minyak dunia cenderung melemah. “Dari ranah domestik, penguatan IHSG juga ditopang oleh pergerakan saham-saham emiten konglomerasi besar,” ujar Herditya pada Jumat (17/4/2026).

Jangan Ketinggalan! Ini Jadwal Lengkap Pembagian Dividen Alamtri Resources (ADRO)

Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyoroti bahwa kenaikan IHSG didukung oleh antisipasi terhadap berbagai aksi korporasi yang dilakukan emiten, serta koreksi harga minyak mentah global yang terjadi. Dari sisi global, ketegangan antara AS dan Iran kembali memanas menjelang berakhirnya periode gencatan senjata dua pekan pada 21 April 2026. Kedua negara kembali saling melayangkan ancaman, khususnya terkait Selat Hormuz, yang dikhawatirkan dapat memperburuk situasi di kawasan Timur Tengah. “Investor global kini menantikan apakah gencatan senjata akan diperpanjang atau justru akan terjadi eskalasi konflik yang lebih luas,” terang Alrich, Jumat (17/4/2026).

Prediksi Pekan Depan

Memasuki pekan depan, Alrich memprediksi bahwa para investor di Tanah Air akan mencermati sejumlah sentimen krusial. Agenda penting tersebut meliputi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan pada pertengahan pekan, data pertumbuhan kredit, serta angka M2 Money Supply.

Sementara itu, dari Amerika Serikat, sejumlah data ekonomi vital akan dirilis sepanjang pekan depan, seperti retail sales dan Michigan Consumer Sentiment. Di Eropa, perhatian akan tertuju pada data tingkat pengangguran, inflasi, serta data sektor manufaktur dan jasa dari Inggris. Sedangkan di Asia, investor akan memantau keputusan moneter bank sentral China, serta rilis data neraca perdagangan dan inflasi Jepang yang disertai pertemuan Bank of Japan.

Secara teknikal, analisis Alrich menunjukkan bahwa IHSG masih mampu bertahan di atas Moving Average (MA) 5 dan berada jauh di atas MA20. Oleh karena itu, indeks diperkirakan akan bergerak konsolidasi di kisaran 7.750-7.700 pada pekan depan, sebelum berupaya kembali menembus level MA50 yang berada di sekitar 7.719. Beberapa saham yang berpotensi menarik perhatian investor pada pekan depan, menurut Alrich, meliputi MDKA, INTP, CLEO, WIIM, ULTJ, dan NCKL.

Alamtri Minerals (ADMR) Bagikan Dividen Tunai US$ 120 Juta, Cek Jadwalnya

Di sisi lain, Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas berpandangan bahwa IHSG berpeluang menguat secara terbatas, dengan level support di 7.374 dan resisten di 7.673. Arah pergerakan IHSG pada pekan mendatang akan sangat dipengaruhi oleh rilis suku bunga acuan Bank Indonesia dan perkembangan terbaru dari negosiasi AS-Iran. Herditya juga merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati investor pada pekan depan, antara lain BBRI dengan target harga di kisaran Rp 3.510-Rp 3.610 per saham, CMRY (Rp 4.790-Rp 4.880 per saham), dan MDKA (Rp 3.470-Rp 3.590 per saham).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *