Shoesmart.co.id, NEW YORK – Wall Street memulai perdagangan Jumat (22/5/2026) dengan sentimen positif, ditandai dengan penguatan indeks-indeks utama. Dow Jones Industrial Average bahkan mencetak rekor tertinggi intraday, dipicu oleh harapan investor terhadap kemajuan perundingan damai di Timur Tengah.
Pada pembukaan pasar, Dow Jones Industrial Average melonjak 149,0 poin atau 0,30% ke level 50.434,65. S&P 500 juga menguat 23,1 poin atau 0,31% menjadi 7.468,82, sementara Nasdaq Composite naik 88,5 poin atau 0,34% ke posisi 26.381,56. Data ini menunjukkan optimisme awal di kalangan pelaku pasar.
Laporan media menyebutkan adanya pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran dan Menteri Dalam Negeri Pakistan untuk membahas proposal penyelesaian konflik. Meskipun demikian, perbedaan pendapat antara Teheran dan Washington mengenai cadangan uranium Iran dan kontrol atas Selat Hormuz masih menjadi batu sandungan.
IHSG Turun 8,35% Sepekan, Simak Reviewnya
Pasar saham global memang mengalami volatilitas sejak konflik di Timur Tengah meletus pada akhir Februari. Namun, harapan akan berakhirnya perang, ditambah dengan optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan pertumbuhan pendapatan perusahaan yang solid, telah mendorong bursa saham AS mencetak rekor tertinggi baru pada bulan ini.
Dow Jones mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa pada hari Kamis, pertama kalinya sejak 10 Februari. Pencapaian ini menjadikan Dow Jones sebagai indeks saham utama AS terakhir yang berhasil mencapai tonggak bersejarah tersebut.
Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities, berpendapat bahwa kelanjutan perundingan damai menjadi faktor positif bagi investor, meskipun perbedaan utama antara AS dan Iran masih perlu diatasi untuk mengakhiri konflik.
UBS Global Wealth Management bahkan menaikkan target akhir tahun 2026 untuk S&P 500 menjadi 7.900, dari sebelumnya 7.500. Revisi ini didasarkan pada kuatnya belanja konsumen dan tingginya permintaan akan infrastruktur pusat data.
Meskipun demikian, pemulihan ini tidak sepenuhnya mulus. Investor masih mencemaskan dampak inflasi akibat lonjakan harga minyak, yang mendorong imbal hasil obligasi pemerintah di seluruh dunia dan memukul selera risiko investor pada minggu ini.
Menkeu Purbaya: IHSG Berpotensi Rebound dan Kembali Menyentuh Level 8.000
Pada hari Jumat, imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami penurunan, dengan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam satu minggu di 4,54%.
Agenda penting lainnya adalah pelantikan Kevin Warsh sebagai pemimpin Federal Reserve di Gedung Putih, menggantikan Jerome Powell. Momen ini dipandang krusial bagi arah kebijakan moneter dan ekonomi Amerika Serikat ke depan.
S&P 500 berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut, yang akan menjadi rentetan kemenangan terpanjang sejak Desember 2023.
Sebagian besar saham megacap dan saham pertumbuhan diperdagangkan cenderung stabil hingga menguat dalam perdagangan *pre market*. Saham Nvidia naik tipis 0,5%, setelah sebelumnya turun 1,7% meskipun memberikan perkiraan kuartalan yang kuat.
Saham-saham sektor semikonduktor, yang menjadi motor penggerak kenaikan Wall Street belakangan ini, juga menunjukkan tren positif. Saham AMD, Marvell Technology, dan Broadcom naik antara 0,2% dan 2,4%.
Selain itu, pembacaan akhir sentimen konsumen AS untuk bulan Mei juga akan dirilis pada hari ini. Data ini akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi dan prospek pasar ke depan.
Ringkasan
Wall Street memulai perdagangan hari Jumat dengan penguatan, ditandai dengan rekor intraday baru untuk Dow Jones. Optimisme investor dipicu oleh harapan kemajuan dalam perundingan damai di Timur Tengah, meskipun masih ada perbedaan pendapat antara Teheran dan Washington. Selain itu, sentimen positif juga didorong oleh optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan pertumbuhan pendapatan perusahaan yang solid.
UBS Global Wealth Management menaikkan target akhir tahun S&P 500, didasarkan pada kuatnya belanja konsumen. Pelantikan Kevin Warsh sebagai pemimpin Federal Reserve juga menjadi perhatian. Imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami penurunan dan S&P 500 berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut. Saham-saham sektor semikonduktor menunjukkan tren positif.