PTPP Akan Divestasi 81% Saham PP Infra Senilai Rp 1,41 Triliun

Shoesmart.co.id, JAKARTA – PT PP Tbk (PTPP) mengumumkan rencana strategis untuk mendivestasi anak perusahaannya, PT PP Infrastruktur, kepada PT Varsha Zamindo Laksana. Langkah ini akan mengakibatkan Varsha Zamindo mengakuisisi mayoritas saham PP Infra, yakni sebesar 81% kepemilikan PTPP.

Dengan divestasi ini, kepemilikan PTPP di PP Infra akan menyusut signifikan dari 99,15% menjadi hanya 18,15%. Informasi ini terungkap dalam keterbukaan informasi yang disampaikan PTPP kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 November 2025. Nilai dari divestasi 81% saham PP Infra ini diperkirakan mencapai angka yang cukup fantastis, yaitu Rp 1,41 triliun.

Manajemen PTPP menjelaskan bahwa keputusan penjualan saham PT PP Infrastruktur ini didorong oleh beberapa pertimbangan penting. Di antaranya adalah efisiensi operasional perusahaan, upaya untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta penyesuaian portofolio investasi yang lebih strategis. PTPP menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah mengembangkan bisnis inti mereka, yang meliputi konstruksi, pembangunan gedung, infrastruktur, serta engineering procurement & construction (EPC). Sektor-sektor bisnis ini memberikan kontribusi signifikan, mencapai hampir 80% dari total pendapatan PTPP.

PTPP Kebut Pengerjaan Proyek Pelabuhan Patimban, Progres Capai 72,89%

PTPP memiliki harapan besar bahwa dana yang diperoleh dari hasil divestasi ini akan memperkuat arus kas operasional perusahaan. Selain itu, dana tersebut akan dialokasikan untuk mengembangkan bisnis inti perusahaan. Tambahan likuiditas juga diharapkan akan terjadi karena berkurangnya beban utang, yang pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas perusahaan karena berkurangnya beban keuangan.

Rencana divestasi ini akan segera diajukan kepada regulator terkait, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada tanggal 11 November 2025. Sebagai bagian dari proses, PTPP juga diwajibkan untuk menunjuk penilai independen yang akan memberikan pendapat mengenai kewajaran dari rencana transaksi ini. Selain itu, PTPP juga akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mendapatkan persetujuan dari para pemangku kepentingan.

Pelepasan unit bisnis PP Infrastruktur ini tergolong material mengingat kontribusi laba bersihnya yang signifikan. Hingga Juni 2025, laba bersih PP Infra mencapai Rp 71,16 miliar, sementara laba bersih PTPP tercatat sebesar Rp 51,27 miliar. Ini berarti kontribusi PP Infra terhadap laba bersih PTPP mencapai 138,82%, atau melebihi 20%, sesuai dengan ketentuan materialitas transaksi yang ditetapkan oleh OJK.

Meskipun demikian, transaksi ini dipastikan bukan merupakan transaksi afiliasi, karena calon pembeli PP Infra, yaitu PT Varsha Zamindo Laksana, tidak memiliki hubungan afiliasi dengan PTPP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *